Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Bangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangga. Tampilkan semua postingan

Mobil Listrik Menristek Lebih Murah dari Tucuxi Dahlan Iskan


JAKARTA, KOMPAS.com — Pengembangan mobil sedan listrik Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menelan dana lebih sedikit dari mobil listrik Dahlan Iskan, baik Tucuxi maupun Selo.

Ada kabar bahwa pengembangan mobil sedan listrik Menristek "hanya" menelan dana Rp 500 juta. Namun saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/4/2013), Gusti mengatakan, "Saya lupa persisnya Rp 500 juta atau lebih. Tapi yang pasti di bawah Rp 1 miliar."

Dengan biaya tersebut, sedan listrik yang direncanakan akan diberi nama Hevina Sedan itu bakal jauh lebih murah dari Tucuxi dan Selo.

Sebelumnya, pengembangan Tucuxi menelan dana hingga Rp 3 miliar. Sementara itu, mobil listrik Selo yang dikembangkan Dahlan Iskan setelah Tucuxi menelan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Hevina Sedan bisa dikatakan hanya sepertiga Tucuxi.

Hevina Sedan telah dikembangkan sejak beberapa bulan lalu. Saat ini, sedan listrik itu telah memasuki tahap akhir dan akan diperkenalkan bulan depan.

Gusti mengungkapkan, sedan listrik yang dikembangkan nantinya akan dipakai sebagai mobil dinasnya, bergantian dengan mobil dinas menteri yang kini digunakannya. Penggunaan mobil tersebut juga dimaksudkan untuk uji coba.

Menristek punya misi ambisius. Sedan listrik itu akan menjadi salah satu low cost green car yang dijual sangat murah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Foto: Konser Kolosal Angklung Digelar di Beijing

@Ocanz

KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYAS DAYUPUTRI Angklung sebagai alat musik tradisional Jawa Barat memiliki daya tarik bagi para wisatawan asing untuk belajar memainkannya seperti terlihat di Saung Angklung Udjo, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2009).

BEIJING, KOMPAS.com--Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di Beijing, akhir Mei 2013.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan di Beijing, Kamis, mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.

"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.

Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu.

"Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.

Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan, Surabaya sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.

Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.

Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.

"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.

Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.

"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.

Taufik menambahkan, "Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".
Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono
 
Konser Kolosal Angklung Digelar di Beijing


KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYAS DAYUPUTRI Angklung sebagai alat musik tradisional Jawa Barat memiliki daya tarik bagi para wisatawan asing untuk belajar memainkannya seperti terlihat di Saung Angklung Udjo, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2009).

BEIJING, KOMPAS.com--Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di Beijing, akhir Mei 2013.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan di Beijing, Kamis, mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.

"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.

Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu.

"Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.

Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan, Surabaya sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.

Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.

Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.

"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.

Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.

"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.

Taufik menambahkan, "Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".
Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing

Foto: Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing

@Ocanz

Langkawi - Tidak sedikit yang masih meragukan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam membuat pesawat sekelas Airbus dan Boeing. Padahal sebenarnya PT DI yang memiliki banyak ahli-ahli pesawat terbang sangat bisa membuat pesawat seperti Airbus dan Boeing. Pertanyaannya boleh apa tidak?

"Siapa bilang kita tidak bisa buat pesawat seperti Airbus atau Boeing? Jawabannya sangat bisa. Tapi mau atau boleh kita buat? Siapa yang mau beli?," kata Vice President Corporate Communication PT DI, Sonni Ibrahim kepada detikFinance, di The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition, Malaysia, Kamis (28/3/2013).

Pertama, dulu Indonesia punya N250 banyak yang menentang keberadaanya. "Itu pesawat sangat bagus, irit, cepat, muat banyak orang. Tapi apa yang terjadi, tanpa alasan yang logis IMF meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek tersebut sebagai salah satu syarat untuk membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi," ucapnya.

Selain itu, pasar laris manis produk PT DI bukan disana. "Pasar kita sudah jelas, di kelas Medium-Heavy multi roles transport, medium multii roles transport, light, Far/CASR light. Belum sampai ke sipil," ujarnya.

Pasar pesawat PT DI di Asia Pasifik sangat luas. "Dan jika PT DI masuk ke pasar Airbus dan Boeing, apakah mereka diam saja? Tentu tidak," katanya.

Namun walau PT DI tidak membuat pesawat besar sekelas Airbus A380, A320 atau Boeing B747-200/400.

"Tetapi PT kami membuat komponen di pesawat-pesawat Airbus A380/A320/A321/A350. Ada pula kita buat komponen tooling dan airframe Boeing B 747/B-777/B-787, Euurocopter MK-II, Airbus Military di CN235/C295 dan C212-400," ungkap Sonni.

"Tidak hanya itu, kita juga melakukan providing maintenance, overhaul, repair, alteration di helikopter BELL 412, Boeing 737-200/300/400/500/A320.F100, F27 dan banyak lagi, so, bukan kita tidak bisa," tandasnya.



(rrd/ang)
 
Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing


Langkawi - Tidak sedikit yang masih meragukan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam membuat pesawat sekelas Airbus dan Boeing. Padahal sebenarnya PT DI yang memiliki banyak ahli-ahli pesawat terbang sangat bisa membuat pesawat seperti Airbus dan Boeing. Pertanyaannya boleh apa tidak?

"Siapa bilang kita tidak bisa buat pesawat seperti Airbus atau Boeing? Jawabannya sangat bisa. Tapi mau atau boleh kita buat? Siapa yang mau beli?," kata Vice President Corporate Communication PT DI, Sonni Ibrahim kepada detikFinance, di The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition, Malaysia, Kamis (28/3/2013).

Pertama, dulu Indonesia punya N250 banyak yang menentang keberadaanya. "Itu pesawat sangat bagus, irit, cepat, muat banyak orang. Tapi apa yang terjadi, tanpa alasan yang logis IMF meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek tersebut sebagai salah satu syarat untuk membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi," ucapnya.

Selain itu, pasar laris manis produk PT DI bukan disana. "Pasar kita sudah jelas, di kelas Medium-Heavy multi roles transport, medium multii roles transport, light, Far/CASR light. Belum sampai ke sipil," ujarnya.

Pasar pesawat PT DI di Asia Pasifik sangat luas. "Dan jika PT DI masuk ke pasar Airbus dan Boeing, apakah mereka diam saja? Tentu tidak," katanya.

Namun walau PT DI tidak membuat pesawat besar sekelas Airbus A380, A320 atau Boeing B747-200/400.

"Tetapi PT kami membuat komponen di pesawat-pesawat Airbus A380/A320/A321/A350. Ada pula kita buat komponen tooling dan airframe Boeing B 747/B-777/B-787, Euurocopter MK-II, Airbus Military di CN235/C295 dan C212-400," ungkap Sonni.

"Tidak hanya itu, kita juga melakukan providing maintenance, overhaul, repair, alteration di helikopter BELL 412, Boeing 737-200/300/400/500/A320.F100, F27 dan banyak lagi, so, bukan kita tidak bisa," tandasnya.



(rrd/ang)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sineas Muda Indonesia Produseri Film Hollywood

Foto: Sineas Muda Indonesia Produseri Film Hollywood
 
@Ocanz

Bakat-bakat muda Indonesia kini sudah semakin melebarkan sayapnya di dunia internasional, terbukti pemuda asal Medan bernama Gunawan, dipercaya untuk menjadi produser film Hollywood berjudul Acting Accountable. Di film tersebut Gunawan bekerjasama dengan aktris asal Indonesia yang berkecimpung di industri Hollywood bernama Tania Gunadi.

Gunawan tidak pernah menyangka kesempatan emas ini bisa datang kepadanya. Hal itu berawal ketika pria berusia 23 tahun ini berkenalan dengan Tania untuk program televisi lokal yang diproduserinya. Ketika Gunawan mendapat kesempatan menimba ilmu di New York Film Academy (NYFA) pada pertengahan 2012, ia akhirnya bertemu kembali dengan Tania dan ditawari menggarap film Acting Accountable, dibawah bendera rumah produksi milik Tania bernama Leading Edge Entertainment.

"Saat saya kuliah di Amerika saya ketemu lagi dengan Tania dan muncul ide untuk membuat film ini. Kalau mengenai kisahnya saya masih belum bisa bicara banyak tapi secara umum ini adalah film drama tentang impian," ujar Gunawan saat dihubungi redaksi Cinema 21 via telefon.

Gunawan menjelaskan, meskipun naskah film Acting Accountable sudah rampung namun ia masih dalam tahap budgeting. Setelah urusan tersebut, selesai baru ia akan mengumumkan siapa yang akan menjadi sutradara dan artis yang terlibat di film feature perdanananya ini.

"Untuk lokasi syuting kita akan lakukan di Indonesia dan Amerika Serikat. Kalau mengenai bahasa, kita akan tetap menggunakan bahasa Inggris layaknya film luar yang sedang melakukan syuting di Indonesia," tutur Gunawan.

"Tahap produksi kemungkinan bisa kita lakukan 4 sampai 5 bulan lagi, tapi itu tergantung investor juga kalau mereka mundur maka jadwal syuting kita juga bisa ikutan mundur," tambahnya.

Gunawan adalah pemuda kelahiran Medan yang sejak lulus dari SMA ia mendapat beasiswa belajar project management di Belanda. Pada tahun 2009, putra sulung dari tiga bersaudara ini melanjutkan pendidikan di Singapura jurusan Management Studies serta Manajemen Bisnis dan Media. Setelah itu ia mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di jurusan perfilman di New York Film Academy (NYFA).

Sedangkan Tania Gunadi sendiri merupakan aktris asal Bandung yang mengawali kariernya sebagai bintang film televisi di Disney Hollywood dan layar lebar seperti Even Stevens, Pixels Perfect, Go Figure, Aaron Stone dan Zambezia (2013) bersama Samuel L. Jackson dan Jeff Goldblum.
 
Sineas Muda Indonesia Produseri Film Hollywood

Bakat-bakat muda Indonesia kini sudah semakin melebarkan sayapnya di dunia internasional, terbukti pemuda asal Medan bernama Gunawan, dipercaya untuk menjadi produser film Hollywood berjudul Acting Accountable. Di film tersebut Gunawan bekerjasama dengan aktris asal Indonesia yang berkecimpung di industri Hollywood bernama Tania Gunadi.

Gunawan tidak pernah menyangka kesempatan emas ini bisa datang kepadanya. Hal itu berawal ketika pria berusia 23 tahun ini berkenalan dengan Tania untuk program televisi lokal yang diproduserinya. Ketika Gunawan mendapat kesempatan menimba ilmu di New York Film Academy (NYFA) pada pertengahan 2012, ia akhirnya bertemu kembali dengan Tania dan ditawari menggarap film Acting Accountable, dibawah bendera rumah produksi milik Tania bernama Leading Edge Entertainment.

"Saat saya kuliah di Amerika saya ketemu lagi dengan Tania dan muncul ide untuk membuat film ini. Kalau mengenai kisahnya saya masih belum bisa bicara banyak tapi secara umum ini adalah film drama tentang impian," ujar Gunawan saat dihubungi redaksi Cinema 21 via telefon.

Gunawan menjelaskan, meskipun naskah film Acting Accountable sudah rampung namun ia masih dalam tahap budgeting. Setelah urusan tersebut, selesai baru ia akan mengumumkan siapa yang akan menjadi sutradara dan artis yang terlibat di film feature perdanananya ini.

"Untuk lokasi syuting kita akan lakukan di Indonesia dan Amerika Serikat. Kalau mengenai bahasa, kita akan tetap menggunakan bahasa Inggris layaknya film luar yang sedang melakukan syuting di Indonesia," tutur Gunawan.

"Tahap produksi kemungkinan bisa kita lakukan 4 sampai 5 bulan lagi, tapi itu tergantung investor juga kalau mereka mundur maka jadwal syuting kita juga bisa ikutan mundur," tambahnya.

Gunawan adalah pemuda kelahiran Medan yang sejak lulus dari SMA ia mendapat beasiswa belajar project management di Belanda. Pada tahun 2009, putra sulung dari tiga bersaudara ini melanjutkan pendidikan di Singapura jurusan Management Studies serta Manajemen Bisnis dan Media. Setelah itu ia mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di jurusan perfilman di New York Film Academy (NYFA).

Sedangkan Tania Gunadi sendiri merupakan aktris asal Bandung yang mengawali kariernya sebagai bintang film televisi di Disney Hollywood dan layar lebar seperti Even Stevens, Pixels Perfect, Go Figure, Aaron Stone dan Zambezia (2013) bersama Samuel L. Jackson dan Jeff Goldblum.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BUMN Indonesia



BUMN Ini Mampu Runtuhkan Dominasi China


Liputan6.com, Jakarta : Di tengah dominasi China di berbagai sektor pembangunan di tanah air, salah satu perusahaan milik negara, PT Industri Kereta Api Indonesia (Persero) atau Inka mampu meruntuhkan kekuasaan perusahaan Negeri Tirai Bambu itu di bidang perkeretaapian.

Inka belum lama ini diketahui telah memenangkan tender pengadaan kereta api di Banglades.

"Ada beberapa tender yang nyatanya kita bisa kalahkan China, buktinya di Bangladesh. Proyek KRL Bandara Sukarno Hatta juga. Jadi kami masih tetap optimis," ujar Direktur Utama PT Inka, R Agus H Purnomo di Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/3/2013).

Menurut Agus, perusahaan saat ini sedang mengembangkan tingkat kapasitas produksi dan teknologi demi bersaing dengan para kompetitor.

INKA diketahui tengah membangun gedung workshop untuk pengembangan Locomotif. "Itu nanti akan meningkatkan kapasitas produksi kita menjadi tiga lokomotif per bulannya," jelasnya.

Agus mengakui, INKA memang kerap kali menghadapi kendala besarnya pajak yang dikenakan untuk setiap industri. Perusahaan juga terkendala dengan pajak impor maupun ekspor yang membuatnya tak mampu bersaing dengan perusahaan sejenis dari China.

"jadi terkadang kita masih kalah dengan China hanya karena itu yang mengakibatkan harga penawaran kita sedikit lebih tinggi,"tuturnya.

Sementara itu, Direktur Produksi dan Teknologi PT INKA Yunendar Aryo Handoko, mengatakan, perusahaan saat ini tengah membidik target produksi 80-100 kereta per tahunnya. Target itu dianggap realistis mengingat dukungan sumber daya manusia (SDM) yang cukup besar.

Saat ini INKA melaporkan baru menyerap 50% dari kebutuhan transportasi pemerintah, terutama kereta api.

"Dengan kapasitas SDM yang kita miliki, kita sebenarnya bisa berporduksi 80 hingga 100 kereta per tahunnya, hanya saja sampai saat ini belum pernah ada pemesanan dari manapun dengan jumlah kontrak sebanyak itu," ungkapnya.

Selama ini produksi terbesar yang pernah dikerjakan INKA adalah sejumlah 70 kereta penumpang ekonomi yang di pesan pemerintah tahun lalu.

"Rekor paling banyak pengerjaan kita ya tahun lalu, waktu mengerjakan pesanan dari dinas perhubungan sebanyak 70 kereta penumpang," jelasnya. (Yas)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

★ CN-235 TNI versi Winglet


Di hari minggu, sambil mengisi waktu liburan dengan browsing sana-sini, akhirnya ketemu dengan berita yang menggembirakan, berita tersebut datangnya dari PT DI.yaitu dengan sudah beredarnya foto-foto CN-235 versi Winglet di beberapa Forum besar di indonesia.

Ada beberapa foto yang sudah dirilis oleh beberapa pihak, yang menjelaskan bahwa pesawat ini adalah CN-235 NG atau next Generation. Yang pernah akan dikembangkan oleh PT.DI pada tahun 2008 lalu.

Yang dimana dana investasi, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperkirakan investasi di tahun 2010 sebesar Rp 248 miliar. Ini terbagi menjadi dua, existing business sebesar Rp 87 miliar dan New Product Development, Rp 161 miliar.dana sebesar ini juga diperuntukan sebagai biaya pengembangan pesawat CN 235 NG (Next Generation) dan N219 dan Amphibi Sea Star.

CN-235 NG (defense-studies)

CN-235 NG memang memiliki winglet, ini dibuktikan dengan sudah beredar mockup dari CN-235 NG itu sendiri. Tapi sejalan dengan waktu proyek ini belum ada kejelasan pasti apakah dihentikan atau diteruskan.

Setelah beredar beberapa foto di forum-forum indonesia, dengan menampilkan pesawat CN-235 versi winglet, menandakan PT.DI mulai melakukan terobosan baru.

(emyrr3096)

Pada akhir tahun 2012 lalu Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua High Level Committee (HLC) didampingi Tim HLC mengadakan kunjungan kerja ke PT. DI. Dalam melakukan kunjungan ke PT DI, Wamenhan beserta rombongan mengamati sejumlah pesawat di hanggar CN 235 dan hanggar helikopter serta meninjau sejumlah pesawat yang dipesan Kemhan.

Pada kesempatan tersebut Wamenhan juga melihat tiga pesawat CN 235 tipe MPA atau Maritime Patrol untuk kebutuhan TNI Angkatan Laut yang memasuki proses finishing atau sudah selesai 85 persen.

Kemhan di PT.DI

Foto ini memperlihatkan bahwa pesawat tersebut sudah hampir rampung,dan sekarang foto tersebut sudah beredar di beberapa forum, berarti menandakan bahwa CN-235 MPA TNI AL sudah selesai di buat, Tapi dengan Versi Winglet.

(noviarli)

(noviarli)



Menurut dari keterangan pemilik foto: Itu adalah salah satu dari 3 CN-235 untuk Patroli maritim TNI AL dengan blended winglet yang sedang ground run engine. Rencanya ini juga sekaligus sebagai ekperimen untuk blended winglet yang akan digunakan pada CN-245 / N-245 (Versi sipil dari CN-235, dengan penambahan winglet, (perubahan penampang rear fuselage tanpa ada ramp door).

Wah...PT. DI mulai berexperimen dengan terobosan baru. Ini bukan hal baru tapi ini patut didukung oleh pemerintah. Penggunaan winglet juga diuji cobakan Lockheed Martin pada P-3.

(p3iosc.blogspot.fr)

Airbus Military juga melakukan pengujian dan modifikasi pada pesawat pengintai C-295-nya, Penerbangan pertama dari pesawat C-295 wingletted ini berlangsung dengan sukses di fasilitas Airbus Military Seville di Spanyol pada tanggal 21 Desember 2012.

C295 (www.asian-defence.com)

Winglet memiliki keunggulan dan potensi seperti untuk meningkatkan kinerja dalam fase lepas landas, climb and cruise phases of flight pada penerbangan dengan meningkatkan rasio angkat-tarik pesawat dan mengatasi wingtip vortices, meredam putaran udara (vortex), mengatasi sayap pesawat yang kepanjangan, menghemat bahan bakar pesawat bisa diirit hingga 7%, dan meningkatkan jarak jelajah.

Ini sangat Cocok untuk Pesawat Militer CN-235 MPA TNI AL dan Sipil CN-235 NG,yang dimana pengoperasian sangat membutuhkan jenis pesawat yang hemat bahan bakar yang bisa diirit hingga 5% - 7%, jumlah yang cukup besar untuk pesawat yang melakukan perjalanan long distance.

Apapun itu terobosan yang dilakukan oleh PT.DI pada setiap produknya, harus didukung oleh oleh pemerintah, karena tanpa dukungan pihak pemerintah, inovasi dan riset tidak akan terealisasi dengan baik, dan akhirnya performance SDM indonesia hanya akan dipakai oleh pihak Luar. Maju terus PT.DI lakukan yang terbaik buat Negeri ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selain Senjata & Panser, Pindad Produksi Generator Listrik


Manado - BUMN produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) asal Bandung, Jawa Barat, PT Pindad (persero) ternyata bisa membuat generator listrik berkapasitas cukup besar. Pindad telah bisa memasok generator berkapasitas maksimal 15 Mega Watt untuk keperluan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

Dengan kemampuan di bidang permesinan, Pindad bisa menjual generator dengan harga 20% lebih murah daripada produk sejenis yang biasanya harus diimpor dari luar negeri.

"Yang bisa membuat sampai 15 MW, itu cuma Pindad saja. Jadi kalau kapasitas lebih dari itu, dibeli dari impor," tutur Direktur Utama Pindad Andik Avianto kepada detikFinance di Manado Sulawesi Utara pekan lalu.

Kemampuan membuat generator ini, diperoleh dari lisensi yang diperoleh Pindad saat masih dipegang oleh Menristek BJ Habibie. Saat itu, kemampuan Pindad membuat generator hanya berkapasitas 5 MW, kemudian berhasil mengembangkan dan meningkatkan hingga menjadi 15 MW.

Saat ini, Pindad telah menjalin kerjasama untuk memasok generator proyek pembangkit baru milik PLN. "Kita kembangkan sampai 15 MW, yang sudah terbukti di sini (pembangkit Geothermal di Sulawesi Utara) 9 MW, Timika 7 MW," tambahnya.

Kandungan lokal di generator buatan Pindad ini, sebagian besar merupakan komponen lokal. Namun ada komponen kawat tembaga yang harus diimpor karena tidak diproduksi di dalam negeri.

"Itu dari Prancis. Bukan kita nggak mau pakai (di dalam negeri) tapi nggak ada yang jual di dalam negeri," cetusnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Juara All England, Tontowi/Liliyana Catat Sejarah Baru


Mengalahkan pasangan China Zhang Nan/Zhaou Yunlei 21-13, 21-17.


VIVAnews - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjadi yang terbaik di All England 2013 dengan mengalahkan pasangan asal China, Zhang Nan/Zhaou Yunlei 21-13, 21-17.

Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia ini sukses mempertahankan gelar juara yang mereka raih di tahun lalu. Tak seperti perkiraan semula, lawan Tontowi/Lilyana justru tampil di bawah rata-rata dan sering membuat kesalahan sendiri.

"Lawan banyak tertekan sehingga mereka tampil tidak sempurna. Ini semua karena kami yang memegang kendali permainan," ujar Liliyana.

"Senang sekali kami bisa mempertahankan gelar juara Ini adalah sejarah untuk Indonesia. Kami senang bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Liliyana seperti dilansir situs resmi PBSI.

Dengan gelar juara ini, Tontowi/Lilyana mengukir sejarah baru di dunia bulutangkis Indonesia sebagai pasangan ganda campuran Indonesia pertama yang meraih gelar All England dua kali berturut-turut. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebab Turki Baba Rafi : The World’s Biggest Kebab Chain


Kebab Turki Baba Rafi : The World’s Biggest Kebab Chain

Jika sekarang makanan kebab tidak terlalu asing di telinga orang Indonesia, barangkali hal itu tidak lepas dari usaha Hendy Setiono yang sejak tahun 2003 lalu mempopulerkan makanan khas Timur Tengah itu di tanah air.

Hendy Setiono, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983 itu adalah sosok pengusaha muda yang cukup fenomenal. Dialah Pemilik usaha waralaba “Kebab Turki Baba Rafi”. Memulai usaha pada tahun 2003, kini beliau memiliki lebih dari 750 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di Indonesia. Dan bukan hanya itu. Bahkan usahanya kini telah merambah negeri jiran Malaysia. Sebuah perusahaan dengan bendera Baba Rafi Malaysia Sdn. Bhd. telah berdiri di sana.



Di Malaysia, produk Kebab Turki Baba Rafi sudah mempunyai 10 gerai dalam waktu enam bulan belakangan. Sementara, di Filiphina telah berdiri 2 gerai dalam satu-dua bulan belakangan. Dengan bertumbuhnya gerai, ia mengklaim respons pasar setempat sangat bagus. Raihan itu terjadi di luar prediksi perusahaan. Bahkan, Malaysia dan Filiphina masing-masing sudah menyusun rencana bisnis untuk membuka sampai 100 gerai dalam tiga tahun ke depan. Dengan kata lain, mereka boleh mengembangkan sub-franchising di negaranya.

“Sehingga 1 outlet yang (tadinya) hanya kami siapkan 2 orang employee, buat yang jaga di sana ternyata kurang. Karena antrian yang sangat panjang sehingga kami menyiapkan infrastruktur dan tim yang lebih banyak setiap buka outlet baru,” lanjut Hendy.

Kian digemarinya produk Kebab Turki Baba Rafi ini membuat perusahaan merevisi targetnya dari hanya 1.000 gerai kini menjadi 4.000 gerai. Jumlah itu untuk di pasar domestik dan internasional. Dengan demikian, perusahaan pun berencana melakukan ekspansi bisnis tidak hanya sebatas dua negara tetangga Indonesia itu. “InsyaAllah, sudah ada pembicaraan dengan negara lain seperti India, Thailand, dan Vietnam,” ucap Hendy.

Kiprah Hendy menggeluti bisnis fast food ala Timur Tengah ini bermula ketika Hendy menyambangi sang ayah, yang bekerja di perusahaan minyak di Qatar. Kedai kebab di kota itu begitu menjamur, layaknya pedagang bakso di sini. Selama di sana, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat.

Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. Lidahnya terkesan dengan kelezatan kebab. Saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah yang menyebar di berbagai kota.

Kembali dari Qatar, Hendy terdorong menjajal peruntungan. Dia ingin berjualan kebab di Surabaya. Namun, dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia susun strategi bisnis. Yang pertama dilakukan adalah mencari partner. Dia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.

Mengingat kebab asli Timur Tengah berukuran besar, mereka berusaha untuk memodifikasi agar lebih familier dengan orang Indonesia. Juga soal rasa. Rasa kapulaga dan cengkeh dibuat sedemikian rupa sehingga kekuatannya rasanya tidak terlalu.

Dengan modal 4 juta rupiah , uang pinjaman dari teman dekat dan kerabat, Hendy memulai usaha. Agar menarik, produknya diberi nama “Kebab Turki Baba Rafi”. Nama Rafi sendiri diambil dari nama anak sulungnya bernama Rafi Darmawan. Adapun Baba berarti ayah dalam bahasa Arab, sehingga Baba Rafi berarti Ayahnya Rafi.

September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Dengan bantuan satu orang karyawan, pria yang gemar naik sepeda ini mulai merintis jalan. Gerobak dorong warna kuning dibuatnya sendiri. Dia mangkal di daerah Nginden Semolo, Surabaya, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Tak mau setengah hati dengan usahanya itu, Hendy nekat berhenti kuliah. Padahal sudah empat semester ia lalui di Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Orang tuanya, Bambang Sudiono dan Endah Setijowati, kalang-kabut. Mereka menentang keputusan sulung dari dua bersaudara itu. Hendy bergeming. Keputusannya sudah bulat.

Rupanya, berdagang kebab itu sulit. Tak seindah impian. Baru seminggu berjualan, karyawannya yang cuma seorang sakit dan tidak dapat bekerja. Terpaksa Hendy menjajakan sendiri dagangannya. Nahas, saat itu hujan deras. Dia cuma bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu. Padahal modalnya Rp 50 ribu.

Apes tak cuma sekali. Pernah suatu ketika uang hasil dagangan yang tak seberapa raib dibawa karyawan pengganti. Namun, arek Suroboyo ini pantang menyerah. Jatuh-bangun bersama Nilamsari, sang istri, terus dilakoni. Dagang roti kebab jalan terus.

Kesabaran dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat-laun dagangannya mulai menggaet pelanggan. Kebab Turki Baba Rafi semakin dikenal di Kota Pahlawan. Omzetnya terus menanjak, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.

Bentuk usaha pun sudah berubah menjadi PT Baba Rafi Indonesia. Pada 2008 gerai kebab telah mencapai 325 di 50 kota. Total jumlah karyawan Baba Rafi ada 700 orang. Omzetnya melambung menjadi Rp 4 miliar per bulan.

Sukses Hendy membangun usaha dari kecil hingga menjadi besar telah diakui berbagai kalangan. Majalah Tempo pada 2006, misalnya, memilih Hendy sebagai satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Majalah Business Week International juga menobatkan Hendy sebagai “Asia’s Best Entrepreneur Under 25?. Tahun 2007, Hendy menyabet gelar “Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007? dalam perhelatan yang digelar Bank Mandiri.

Apa prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya moto LETAM, ini kebalikan dari METAL. L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu.



Sumber : Dari Berbagai Sumber

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Usai Produksi Bus Gandeng TransJakarta, INKA Fokus Ciptakan Monorel

Jakarta - PT Industri Kereta Api (INKA) baru saja memproduksi bus gandeng untuk TransJakarta bernama INOBUS. Setelah ini, INKA akan fokus menciptakan monorel.

"Sudah membuat beberapa unit, 39 unit sudah di-supply bus gandeng. Itu sudah semua di-supply. Konten buatannya INKA itu di atas 50%. Engine saja yang impor," tutur Direktur Utama INKA Agus H Purnomo kepada detikFinance, Kamis (21/2/2013).

INOBUS buatan INKA itu telah digunakan sebanyak 39 unit di koridor XI dan XII TransJakarta. Agus menuturkan, bus gandeng produksi Indonesia ini secara keandalan lebih unggulan daripada bus gandeng buatan China yang juga baru digunakan di koridor Blok M-Kota.

"Reliability paling bagus, maintenance simple, yang sudah beroperasi paling bagus dari reliability," tambahnya.

Saat ini, pihaknya juga sedang menjajaki proses tender pengadaan armada bus baru TransJakarta. Selain itu, INOBUS buatan INKA ini dibandrol dengan harga Rp 4 miliar per unit.

"Harga per unit hampir Rp 4 miliar. Harga bus China sekitar itu sama, enggak beda jauh," cetusnya.

Rancang Monorel Jabodetabek Anti Mogok

Sebagai anggota konsorsium BUMN yang diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dalam pembangunan monorel Jabodetabek, INKA akan memproduksi gerbong monorel yang diklaim anti mogok.

Perusahaan pelat merah yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur ini, menyiapkan rancangan dan desain monorel dengan keandalan yang sangat tinggi sehingga bisa menjamin proses mobilisasi penumpang.

"Kemungkinan error sedikit, kita biasa desain kereta yang rumit. Basic monorel kan dari kereta sehingga reliable dijamin tidak mogok," tutur Agus.

Untuk pengembangan monorel Jabodetabek, INKA mengacu pada monorel yang telah dikembangkan di negara maju seperti Jepang dan Jerman sehingga keandalan bisa terjamin.

"Kita buat monorel khas Indonesia tapi referensi Jepang dan Jerman," tambahnya.

Nantinya, INKA akan memproduksi dua model monorel yakni satu rangkaian dengan empat gerbong dan satu rangkaian dengan enam gerbong. Selain itu, secara harga produksi monorel INKA lebih murah daripada harga monorel yang ada di pasar global.

"Pembanding di luar per km. Monorel harga US$ 30 juta paling murah. Kita hanya US$ 20 juta per km," ujarnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Patung Salju Karya Indonesia Menang di Jepang

KOMPAS.com - Masih terasa gaungnya ketika Tim Indonesia menang di Harbin China dalam kompetisi Patung Salju di awal tahun ini. Kali ini, Tim Indonesia yang terdiri dari I Nyoman Sungada dan I Ketut Kaler dari Bali, serta Sapto Hudoyo dari Le Grandeur Hotel Mangga Dua, meraih juara ketiga dalam "The 40th International Snow Sculpture Contest".

Kompetisi ini berlangsung pada tanggal 5 sampai 8 Februari 2013 di Sapporo, Jepang. Seperti termuat dalam rilis yang diterima Kompas.com, tim Indonesia mempersembahkan pahatan salju yang bertema “Penari Oleg Tambulilingan” Bali. Oleg yang artinya gerakan yang lemah gemulai, sedangkan tambulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga.

Tari Oleg Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman. “Penari Bali” ini dinilai memiliki tingkat kesulitan dan kerapihan yang tinggi.

Selain itu juga dipandang mampu menggambarkan keindahan budaya Indonesia sehingga dianugerahi Juara Ketiga tingkat dunia. Juara Pertama diraih oleh Thailand disusul oleh Finlandia sebagai Juara Kedua.

Dalam kompetisi tersebut Tim Indonesia harus berjuang menyelesaikan patung mereka dengan melawan cuaca beku bahkan badai salju, terutama ketika menjelang hari terakhir kompetisi. Kompetisi diikuti 11 tim dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Selandia Baru ini.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Muhammad Lutfi dan Konsul Kehormatan Indonesia di Jepang, Masatsugu Sasaki yang hadir pada saat kompetisi pahat es ini berlangsung, karya Tim Indonesia kali ini sangat indah dan luar biasa.

Dengan kemenangan Indonesia di Sapporo ini, diharapkan dapat mendongkrak pariwisata Indonesia. Hal ini mengingat jumlah pengunjung yang sangat besar di kompetisi bergengsi ini. Sebelumnya di tahun 2012, Indonesia hanya masuk ke posisi keenam.

Untuk ajang internasional berikutnya Tim Indonesia telah diundang untuk mengikuti kompetisi serupa di Rusia pada tahun 2014 nanti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Malaysia Ternyata Pakai Kereta Diesel Buatan Madiun

Jakarta - Perusahaan kereta api asal negeri jiran Malaysia yaitu Keretapi Tanah Malayu Berhad (KTMB) ternyata telahmenggunakan kereta penumpang buatan PT Industri Kereta Api (INKA).

Kereta tersebut dirancang dan diproduksi di pabrik INKA yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur. BUMN produsen kereta api ini telah mengirim kereta penumpang bermesin diesel ke negera tetangga Indonesia tersebut.

"INKA kirim kereta penumpang ke Malaysia. Itu gerbongnya dan keretanya. Kereta kayak diesel, itu 100% made in Indonesia," tutur Direktur Utama INKA Agus H Purnomo kepada detikFinance, Kamis (21/2/2013).

Seperti diketahui, INKA menerima pesananan 16 unit kereta penumpang dari Keretapi Tanah Malayu Berhad Malaysia yaitu 12 unit Air Conditioned Second Class (ASC), 2 Unit Power Generating Car (PGC) dan 2 unit Air Conditioned Buffet Car (BC).

Namun, Agus tak menyebut berapa nilai pembelian kereta penumpang asal Madiun tersebut. Setelah Malaysia, Filipina, dan Thailand juga sedang menjajaki pembelian kereta dan gerbong penumpang buatan INKA.

"Rencananya Filipina dan Thailand. Bangladesh juga mau," cetusnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siswa SD Papua membuat game simulator mengemudi

Tiga orang siswa SD asal Papua berhasil membuat game simulator mengemudi. Mereka adalah Stepanus Defi M (SD YPPK St. Yosep Wendu, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), Petrus Mbuan (SD YPPK St. Mikael, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), dan Silvester Jakfu (SD YPPK Salip Suci, Kabupaten Asmat, Papua).

Riza Muhida, Ph.D dari Surya Research and Education Center mengungkapkan, para siswa ini tengah mengikuti program intensif yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah unggulan.

“Mereka dikirim Pemda Papua,” kata Riza, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/8/2012).

Game ini dinilai akan meningkatkan keterampilan mengemudi dan mengetahui peraturan lalu lintas. Hal yang melatarbelakangi pembuatan permainain ini adalah fenomena banyaknya anak-anak yang tertarik menggunakan car simulator yang ada di mal-mal. Dengan permainan ini, sebenarnya bisa memberikan hal positif yaitu melatih keterampilan dan melatih pengetahuan tertib berlalu lintas, daripada simulator balap yang sering dimainkan anak-anak.

Tak hanya permainan, game ini juga menyajikan kuis tentang tertib berlalu lintas. “Sehingga membuat anak-anak memahami tentang cara berlalu lintas yang baik. Dan juga dapat digunakan untuk media pembelajaran teknologi,” ujarnya.

Permainan ini menggunakan software Sctratch yang bisa diunduh secara gratis dan mudah penggunaannya. Sementara, untuk hardware-nya menggunakan barang-barang bekas, di antaranya stir mengemudi dari stir yang sudah tidak digunakan lagi. Selain itu, gas dan rem dibuat para siswa dengan memanfaatkan per, serta untuk sensor pengemudi menggunakan resistor variable yang berputar dan tahan geser.

Cara kerjanya, terdapat mobil pada layar komputer yang dapat diatur posisinya dengan memutar stir kemudi. Stir kemudi ini berhubungan dengan tahanan variabel yang berputar (potensiometer) dengan mengubah putaran tahanan. Maka, sinyal listrik yang diterima komputer akan berubah-ubah dan sinyal ini untuk menentukan posisi mobil di layar.

Sementara itu, ada juga bagian rem dan gas, di mana penjumlahan sinyal dari tahanan geser di rem dan gas akan menentukan kecepatan mobil dalam (mil per jam). Untuk menguji pengetahuan berlalu lintas, terdapat berbagai pertanyaan terkait rambu lalu lintas. Peserta yang memainkan harus bisa menjawabnya agar mobil tersebut dapat melanjutkan perjalanan. Untuk peserta yang berhasil melewati berbagai quiz dan dinyatakan menjawab semua pertanyaan dengan benar, akan dinyatakan berhasil lulus ujian mengemudi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fatin X Factor Suara Emasnya Menggema Hingga Malaysia, Ini Komentarnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Fenomena cewek berjilbab, Fatin Shidqia Lubis, yang menyita perhatian di acara X-Factor Indonesia berkat suara khasnya, gaungnya hingga ke Malaysia.

Warga Malaysia tidak hanya memantau suara Fatin lewat siaran langsung acara tersebut di RCTI, tapi juga berburu rekaman ulangnya yang diposting di situs Youtube.

Seorang warga Malaysia bernama Shafiq Apit, misalnya, mengomentari suara Fatin sebagai suara emas. Ia melihat Fatin punya bakat jadi calon Diva Indonesia

"Hey Indonesia~ : ) Fatin Shidqia Lubis sudah terhidup di Malaysia~ Suaranya emas~ rock n cute~ ," tulis Shafiq, mengomentari rekaman Fatin di Youtube.

Shafiq pun tak peduli dengan ego Malaysia dan Indonesia yang sering bersitegang dalam urusan politik demi kekagumannya pada Fatin. "Saya datang dengan damai~ tidak ingin bermusuhan~ : ) mngkin nagara lain juga trhidu bkat fatin,maju terus buat fatin~ :D," tulisnya.

Video rekaman Fatin yang diposting ke Youtube pada setiap penampilannya memang selalu ditunggu-tunggu pengunjung.

Posting rekaman terbaru penampilan Fatin membawakan lagu "Diamonds" pada Jumat 15 Februari 2013 lalu juga banjir pengunjung hingga 229.254, setidaknya terpantau Tribunnews.com pada Senin (18/2/2013).

Video-video rekaman sebelumnya sudah tembus angka jutaan pengunjung.

Dan inilah berbagai komentar di Youtube soal penampilan Fatin saat membawakan lagu "Diamonds."

- dandy al: "Perfect !!!?

- Muhammad Dahrid:
"Trima kasih ku buat ortu Fatin karena tlah? melahirkan Malaikat bersuara emas kedunia ini

- Androz Kebumen:
Rame ya koment''nya. Lucu'' lagi haha. Kerja kerja kerja? wkwkwkw. Pada gatel ya kerja keinget video fatin, pengen nntn muluk -_-, rela mbobol wifi kantor...

- Nur Solechatin: sukaaaa? :)

- Tak chuen Yao:
"Very unique..pertama? x dengar pas audisi kirain suara yg dibuat2 ternyata memng bagoooeeesssss!!

- mawarmelatialiyah;
"Good? girl, good voice"

- Tias Tono Taufiq:
"FATIN tiada duanya pokoknya! JOzz Gandoss Kotos-kotos!!?

- Androz Kebumen:
"yg dislike siapa? ya ? Hihihihihi *kasih gopean!"

- Ajat Aziz;
"Fatiii Mantapp deh maju? trusss.tp kalo sdah sukses jangan sombong aj.pada temen" n kluarga.


Source : TRIBBUNNEWS.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Flag Counter