Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Indonesia kini punya senjata mesin canggih, SMML Kaliber 7,62


Foto: Indonesia kini punya senjata mesin canggih, SMML Kaliber 7,62 

25/03/2013
Mampu lontarkan 3.000 butir peluru per menit

Indonesia kini punya senjata mesin canggih, SMML Kaliber 7,62 mm - Mampu lontarkan 3.000 butir peluru per menit - Senjata Mesin Multi Laras (SMML) kaliber 7,62 mm

Senjata Mesin Multi Laras (SMML) kaliber 7,62 mm(Foto: Rudi Puwoko-LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Indonesia kini sedang mengembangkan prototipe senjata canggih yang diberi ama Senjata Mesin Multi Laras (SMML).

Senjata dengan kaliber 7,62 milimeter, senjata ini mampu melontarkan 3.000 butir peluru per menit.

Baca juga: RUU Industri Hankam Solusi Kemandirian Alutsista dan Tangani Konflik Sosial, Polri Kini Bisa Pinjam Alutsista TNI

Yasdi, Teknisi Bagian Litbang Senjata PT Pindad, secara khusus kepada LICOM di Jakarta mengatakan, senjata mesin ini merupakan kerjasama PT Pindad dengan Dislitbang TNI-AD.

“Anggarannya dari Direktorat Litbang TNI-AD Tahun Anggaran 2012,” ujarnya tanpa mau menyebutkan besaran anggaran yang dikeluarkan untuk pegembangan senjata ini.

Menurut Yasdi, senjata ini pengembangan dari senjata Gatling untuk mendukung infantri dari belakang dan juga senjata untuk bertahan dari serbuan infantri. Selain itu, senjata ini diperlukan untuk mengatasi target yang berkecepatan tinggi. Biasanya targetnya adalah pesawat atau terget darat ketika ditembakkan dari udara.

“Senjata ini belum dipasarkan karena memerlukan pengujian mendalam di Pusdik Dislitbang TNI-AD,” katanya.

Pengujian ini, kata Yasdi, antara lain uji statis peluru yang menggunakan peluru dummy atau peluru hampa. Kemudian, ada uji sistem roda gir untuk menyesuaikan peluru keluar masuk dengan motor listrik. Insya Allah akhir tahun ini hasil ujinya selesai. Dan akan dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp 1 miliar,” ungkap Yasdi.

Dari pantauan LICOM, senjata mesin multi laras (SMML) kaliber 7,62 mm ini disatu sisi memiliki keunggulan seperti mampu menembak 300 meter per menit untuk target bergerak cepat.

Namun disisi lain, SMML memiliki kekurangan berupa sistem multi laras yang relatif kompleks, berat, dan membutuhkan tenaga eksternal berupa listrik. @rudi

Berikut Spesifikasi SMML Kaliber 7,62 mm TA 2012:

1.Kaliber : 7,62 mm

2.Panjang : 962,5 mm

3.Tinggi : 320,3 cm

4.Berat : maksimal 70 kg

5.Panjang Laras : 596 cm

6.Pengisian : DIS / Integrated Link

7.Sumber Arus : DC 24 volt

8.ROF : 3.000 butir per menit

9.Jarak Capai : 800 – 1000 meter

10.Aplikasi : Darat, Laut, Udara

Indonesia kini punya senjata mesin canggih, SMML Kaliber 7,62 mm - Mampu lontarkan 3.000 butir peluru per menit - Senjata Mesin Multi Laras (SMML) kaliber 7,62 mm

LENSAINDONESIA.COM: Indonesia kini sedang mengembangkan prototipe senjata canggih yang diberi nama Senjata Mesin Multi Laras (SMML).
Senjata dengan kaliber 7,62 milimeter, senjata ini mampu melontarkan 3.000 butir peluru per menit.



Yasdi, Teknisi Bagian Litbang Senjata PT Pindad, secara khusus kepada LICOM di Jakarta mengatakan, senjata mesin ini merupakan kerjasama PT Pindad dengan Dislitbang TNI-AD.

“Anggarannya dari Direktorat Litbang TNI-AD Tahun Anggaran 2012,” ujarnya tanpa mau menyebutkan besaran anggaran yang dikeluarkan untuk pegembangan senjata ini.

Menurut Yasdi, senjata ini pengembangan dari senjata Gatling untuk mendukung infantri dari belakang dan juga senjata untuk bertahan dari serbuan infantri. Selain itu, senjata ini diperlukan untuk mengatasi target yang berkecepatan tinggi. Biasanya targetnya adalah pesawat atau terget darat ketika ditembakkan dari udara.

“Senjata ini belum dipasarkan karena memerlukan pengujian mendalam di Pusdik Dislitbang TNI-AD,” katanya.

Pengujian ini, kata Yasdi, antara lain uji statis peluru yang menggunakan peluru dummy atau peluru hampa. Kemudian, ada uji sistem roda gir untuk menyesuaikan peluru keluar masuk dengan motor listrik. Insya Allah akhir tahun ini hasil ujinya selesai. Dan akan dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp 1 miliar,” ungkap Yasdi.

Dari pantauan LICOM, senjata mesin multi laras (SMML) kaliber 7,62 mm ini disatu sisi memiliki keunggulan seperti mampu menembak 300 meter per menit untuk target bergerak cepat.

Namun disisi lain, SMML memiliki kekurangan berupa sistem multi laras yang relatif kompleks, berat, dan membutuhkan tenaga eksternal berupa listrik. @rudi

Berikut Spesifikasi SMML Kaliber 7,62 mm TA 2012:

1.Kaliber : 7,62 mm

2.Panjang : 962,5 mm

3.Tinggi : 320,3 cm

4.Berat : maksimal 70 kg

5.Panjang Laras : 596 cm

6.Pengisian : DIS / Integrated Link

7.Sumber Arus : DC 24 volt

8.ROF : 3.000 butir per menit

9.Jarak Capai : 800 – 1000 meter

10.Aplikasi : Darat, Laut, Udara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Indonesia Mulai Ekspor Roket ke Chile

Foto: Indonesia Mulai Ekspor Roket ke Chile 

#Admin Gaza
PT Sari Bahari, sebuah perusahaan alat pertahanan di Malang, Jawa Timur, mengekspor 260 kepala roket latih (smoke warhead) kaliber 70 milimeter (mm) ke Republik Cile di Amerika Selatan. Ini merupakan ekspor pertama pabrik swasta tersebut.

Sebelumnya, seluruh produk roket hanya dijual untuk memenuhi kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami berhasil menyisihkan 43 negara dalam tender internasional," kata Direktur Utama PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam, Senin, 25 Maret 2013.

PT Sari Bahari bekerja sama dengan perusahaan Fabricas Maestranzas del Ejercito (FAMAE) Cile. Roket ini akan digunakan untuk latihan perang bagi militer angkatan darat, udara, dan laut. PT Sari Bahari mengantongi izin ekspor dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemenhan) pada 6 Maret 2013.

Ekspor ini, kata Ricky, membuktikan pengakuan produk industri pertahanan Indonesia tak kalah dibanding produk negara lain. Ia berharap ekspor perdana ini memacu semangat perseroan untuk meningkatkan kualitas dan produksi.

Roket ini biasa digunakan para pilot tempur untuk berlatih menembak sasaran sejauh 8 kilometer. Setelah ditembakkan, roket mengeluarkan asap. Sehingga menjadi bahan evaluasi pilot untuk menembak target sasaran tembak. Roket produksi industri pertahanan yang beralamat di Jalan Muharto 125 Malang ini telah diuji dan mendapat sertifikat dari kelaikan dari Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan Markas Besar TNI AU.

Sejak dibentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), katanya, pertumbuhan industri pertahanan semakin baik. Apalagi, industri pertahanan dalam negeri dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, sehingga industri pertahanan dalam negeri mendapat prioritas utama. Seluruh kebutuhan alat utama sistem pertahanan pun menggunakan produk dalam negeri.

Sari Bahari juga memproduksi roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) dengan hulu ledak sesuai standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). FFAR diproduksi kerja sama dengan PT Dahana, sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang bahan peledak. "Di sini produksi longsong, pengisian bahan peledak oleh PT Dahana di Subang Jawa Barat," ujarnya.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos M Hutabarat, menyatakan ekspor ini menunjukkan produksi industri pertahanan Indonesia telah diakui dunia. Secara teknologi, katanya, pertahanan nasional tak kalah bersaing dengan negara maju. "Roket produksi PT Sari Bahari lebih unggul dari sisi aerodinamika," katanya.

Selain itu, akurasi tembakan ke sasaran lebih baik. Kemampuan luncuran asap yang dikeluarkan setelah ledakan bertahan sampai dua menit. Sedangkan produk sejenis dari negara lain kurang dari satu menit.
 
Indonesia Mulai Ekspor Roket ke Chile
 
PT Sari Bahari, sebuah perusahaan alat pertahanan di Malang, Jawa Timur, mengekspor 260 kepala roket latih (smoke warhead) kaliber 70 milimeter (mm) ke Republik Cile di Amerika Selatan. Ini merupakan ekspor pertama pabrik swasta tersebut.

Sebelumnya, seluruh produk roket hanya dijual untuk memenuhi kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami berhasil menyisihkan 43 negara dalam tender internasional," kata Direktur Utama PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam, Senin, 25 Maret 2013.

PT Sari Bahari bekerja sama dengan perusahaan Fabricas Maestranzas del Ejercito (FAMAE) Cile. Roket ini akan digunakan untuk latihan perang bagi militer angkatan darat, udara, dan laut. PT Sari Bahari mengantongi izin ekspor dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemenhan) pada 6 Maret 2013.

Ekspor ini, kata Ricky, membuktikan pengakuan produk industri pertahanan Indonesia tak kalah dibanding produk negara lain. Ia berharap ekspor perdana ini memacu semangat perseroan untuk meningkatkan kualitas dan produksi.

Roket ini biasa digunakan para pilot tempur untuk berlatih menembak sasaran sejauh 8 kilometer. Setelah ditembakkan, roket mengeluarkan asap. Sehingga menjadi bahan evaluasi pilot untuk menembak target sasaran tembak. Roket produksi industri pertahanan yang beralamat di Jalan Muharto 125 Malang ini telah diuji dan mendapat sertifikat dari kelaikan dari Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan Markas Besar TNI AU.

Sejak dibentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), katanya, pertumbuhan industri pertahanan semakin baik. Apalagi, industri pertahanan dalam negeri dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, sehingga industri pertahanan dalam negeri mendapat prioritas utama. Seluruh kebutuhan alat utama sistem pertahanan pun menggunakan produk dalam negeri.

Sari Bahari juga memproduksi roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) dengan hulu ledak sesuai standar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). FFAR diproduksi kerja sama dengan PT Dahana, sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang bahan peledak. "Di sini produksi longsong, pengisian bahan peledak oleh PT Dahana di Subang Jawa Barat," ujarnya.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos M Hutabarat, menyatakan ekspor ini menunjukkan produksi industri pertahanan Indonesia telah diakui dunia. Secara teknologi, katanya, pertahanan nasional tak kalah bersaing dengan negara maju. "Roket produksi PT Sari Bahari lebih unggul dari sisi aerodinamika," katanya.

Selain itu, akurasi tembakan ke sasaran lebih baik. Kemampuan luncuran asap yang dikeluarkan setelah ledakan bertahan sampai dua menit. Sedangkan produk sejenis dari negara lain kurang dari satu menit.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penyematan Bintang Jalasena Utama Kepada Kasal Brunei


TRIBUNNEWS.COM - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., didampingi Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio,M.M., Kasau Marsekal TNI I.B. Putu Dunia, Wakasad Letjen TNI Moeldoko, Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E., serta beberapa pejabat teras Angkatan menerima sekaligus menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Jalasena Utama kepada Kasal Brunei Yang Mulia Laksamana Pertama (L) Dato Seri Pahlawan Haji Abdul Halim Bin Haji Mohd Hanifah SMB ndc, MA, psc (j), pwo, bertempat di ruang tamu Panglima TNI Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (11/3/2013). Demikian keterangan pers yang dikirim Puspen TNI ke redaksi Tribunnews.com.

Pemberian Tanda Kehormatan berdasarkan Keppres nomor 96/TK/Tahun 2012 Tanggal 2 Desember 2012, sebagai penghargaan atas kerjasama dan hubungan baik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Brunei Darussalam, khususnya untuk kemajuan dan peningkatan pembangunan Angkatan Laut kedua negara.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KRI Diponegoro-365 Kembali ke Lebanon untuk Misi Perdamaian


Jakarta - Kapal perang terbaru TNI AL KRI Diponegoro 365 kembali dipercaya dunia internasional untuk melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon. Kepergian kapal tempur buatan Belanda ini dilepas oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Kapal berjenis korvet kelas ship integrated geometrical modularity approach (SIGMA) ini mengangkut 100 prajurit TNI AL berangkat ke Lebanon dari Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/3/2013).

Kapal ini memiliki berat 1.700 ton, dengan panjang 91 meter dan lebar 13 meter. Besarnya kapal ini mampu menjelajahi lautan dengan kecepatan hingga 28 knot. Kapal yang telah 5 kali bertugas di bawah bendera PBB ini membawa main gun 76 mm rudal self defence tetral, rudal anti kapal permukaan excocet MM 40 blok 2, torpedo 3A 244S mode II/MU, dan satu helikopter bolcow BO-10.

"Penugasan kapal perang TNI AL untuk bergabung dalam Satgas Maritim PBB kali ini merupakan kelima kalinya, sehingga selain membawa misi TNI, bangsa, dan negara dalam mengemban amanat konstitusi tentunya juga memiliki nilai dan dimensi politis serta diplomatis strategis bagi kredibilitas Indonesia di komunitas regional dan internasional," kata Kepala Dispenal Laksamana Pertama TNI Untung Suropati.

Kapal ini dilepas dengan upacara pelepasan yang dihadiri juga oleh Kepala Staff AL Laksamana TNI Marsetio, dan sejumlah kerabat prajurit. Sekitar pukul 09.00 WIB kapal mulai meninggalkan dermaga Kolinlamil di Tanjung Priok diiringi oleh lambaian tangan para kerabat prajurit.

Pemimpin kapal ini adalah Letkol Laut Hersan, dengan misi melaksanakan pengawasan perairan Lebanon melalui laut dan melaksanakan pengawasan perairan melalui udara dengan menggunakan helikopter.

"Hal ini disebabkan karena sejumlah Satgas Maritime Task Force UNIFIL, hanya dua negara yang menyertakan helikopter, salah satunya Indonesia," ujar Untung.

Sebelum KRI Diponegoro 365, tercatat sejumlah kapal perang Indonesia telah bertugas di Lebanon, seperti KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, dan KRI Frans Kaisepo 368.

KRI Diponegoro 365 ini akan melaksanakan misi internasional selama 6 bulan di Lebanon. "Terhitung sejak maret 2013 sampai dengan September 2013," tutup Untung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Soal Prajurit Marinir Gegerkan Malaysia Yang Tak Terekpose Media


Malaysia Takkan Berani Berperang dengan Indonesia

Klaim Malaysia atas ambalat dan manuver kapal perang malaysia menerobos masuk wilayah Indonesia di perbatasan cukup membuat panas dingin yang mendengarnya. Kita semakin geram ketika mendengar respon pemerintah yang cukup lunak seakan-akan kita takut berperang dengan Malaysia. Namun sebenarnya kita tidak perlu takut bersikap keras dengan Malaysia.

Mereka akan berpikir seribu kali untuk berperang dengan Indonesia paling tidak cerita ini bisa merepresentasikan opini ini:

1. Beberapa waktu lalu saya pernah berwisata ke Serawak Malaysia tepatnya di Kota Kucing yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Barat. Pada saat makan malam di tepi sungai saya mampir ke tenda yang berjualan nasi goreng. Tendanya tidak terlalu besar dan agak remang-remang. Penjualnya laki-laki sekitar berumur 40 tahun, dengan sigap menyajikan nasi goreng yang saya pesan. Berhubung agak sepi sambil makan kami mengobrol dengan penjual nasi goreng tersebut. Kalo siang istirahat ya pak? tanya saya. “Saya kerja kalo siang” jawabnya. kerja apa pak? tanya saya lagi penasaran.

“askar” jawabnya lagi. Terkejut saya keheranan. Nampaknya penjual nasi goreng memahami keheranan saya. “heran ya kalo saya ini tentara, tentara disini lain nggak kaya tentara Indonesia garang-garang”. tersenyum saya mendengar penjelasannya, tapi memang ada benar juga. Tentara malaysia rambutya tidak secepak tentara Indonesia, Badannya juga kurang tegap seperti tentara Indonesia, cara bicaranya juga terlalu lembut untuk ukuran tentara Indonesia, kulitnya juga terlalu halus tidak sekeras tentara Indonesia dan sorotan matanya juga tidak setajam tentara Indonesia.

Maklum tentara kita terbentuk dari hasil perjuangan dan metode pendidikannya merupakan warisan PETA yang notabene bentukan tentara jepang era perang dunia ke II.

2. Ini cerita yang kedua. Pada waktu konflik ambalat pertama kali tahun lalu ada cerita yang cukup menarik mengenai aksi tentara kita terhadap kapal patroli malaysia. Pada saat itu di perairan karang unarang ambalat, kita sedang membangun mercu suar sebagai bukti kedaulatan kita disana. Pembangunan mercu suar tersebut tidaklah mudah mengingat kapal malaysia sering mengganggu dengan sering mendekati mercu suar lalu mengerem mendadak sehingga ombak cukup besar menghantam mercu suar. Hal ini sangat menyulitkan para pekerja dalam menyelesaikan pembangunan.

Sebenarnya di mercu suar tersebut ada dua tentara marinir yang berjaga dengan senjata lengkap dengan posisi senjata diarahkan pada Kapal Patroli Malaysia tersebut. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak mengingat tidak ada perintah menembak kecuali ditembak terlebih dahulu.

Tentunya bisa dibayangkan betapa jengkelnya tentara kita melihat gangguan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa melihat para pekerja berbasah-basah dan nyaris jatuh ke laut terkena terjangan ombak kapal. Mereka berpikir kalau begini terus caranya kapan bisa selesai pembangunan mercu suar tersebut sementara mereka harus berjaga kepanasan, kehujanan dengan pemandangan laut sejauh mata memandang.

Setelah kelelahan menganggu dengan ombak buatannya, Kapal Perang malaysia beristirahat di tengah laut dekat mercusuar. Sementara itu awak kapalnya tidur-tiduran dan duduk2 sambil baca koran di atas dek kapal.

Terkejutnya mereka tiba-tiba di atas kapal sudah berdiri seorang tentara Indonesia dengan senjata mengarah pada mereka sambil membentak “siapa pemimpin disini”. Seseorang perwira kapal malaysia keluar dari kapal sambil mengangkat tangan “saya” jawabnya dengan sedikit gugup. “Pergi dari sini jauh jauh atau saya tembak” perintah Tentara Indonesia. Tanpa berpikir panjang Kapal Malaysia segera menarik sauh, menghidupkan Kapal dan menjauh dari Mercu suar. Sementara itu tentara kita langsung meloncat ke laut untuk kembali ke mercu suar. Sejak insiden tersebut tidak ada lagi kapal malaysia berani mendekat Mercu suar, sehingga pembangunan bisa lebih cepat.

Kejadian ini sempat jadi pembicaraan hangat di Kota Tarakan dan sempat diberitakan pada koran lokal. Walaupun insiden ini cukup beresiko tapi masyarakat di perbatasan cukup mengapresiasi keberanian tentara tersebut.

Berdasarkan cerita tersebut, menurut pemikiran saya Malaysia sebenarnya mengajak adu nyali tapi tidak ada niat untuk berperang. Saya merasa khawatir adu nyali ini diarahkan untuk tawaran perundingan yang akhirnya berujung kembali di Mahkamah Internasional seperti sipadan ligitan.

Mengingat lobi-lobi Malaysia bisa dimainkan disana dan peluang mendapatkan ambalat bisa 50%:50%. Seharusnya Pemerintah jangan terpancing untuk berunding apalagi maju ke Mahkamah Internasional. Selesaikan saja secara fisik di perbatasan tersebut. Saya yakin tidak akan ada perang di ambalat kecuali hanya adu syaraf dan nyali. So… peluang Malaysia 0%.


Source : Info Dunia Militer

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sultan Sulu : Indonesia Bantu kami


Sultan Sulu Mudarasulail Alatasam Kiram berencana meminta bantuan pemerintah Indonesia guna merebut kembali wilayah Sabah dan Serawak dari Malaysia.

"Kami memang memiliki rencana meminta bantuan Indonesia dalam kasus ini," kata Sultan Mudarasulail saat dihubungi merdeka.com melalui telepon selulernya, Senin (11/3). Namun dia menolak menjelaskan lebih lanjut dengan alasan perkara ini sangat sensitif. "Kami sedang berembuk di Zamboanga (kota di selatan Filipina). Dia. meminta dihubungi kembali nanti malam

Selain meminta bantuan negara ketiga, dia berniat mengadukan masalah ini ke Mahkamah Internasional. Indonesia pernah memiliki pengalaman pahit dalam hal ini. Pengadilan internasional itu pada 2002 memutuskan pulau Sipadan dan Ligitan adalah milik Malaysia.

Konflik bersenjata di Lahad Datu selama hampir sebulan telah menewaskan lebih dari 60 orang. Pertikaian ini dipicu oleh saling klaim antara Kesultanan Sulu dan pemerintah Malaysia atas wilayah di utara Pulau Kalimantan itu.

Menurut dia, selama ini Malaysia telah menyewa Sabah dan Serawak 5.300 ringgit saban tahun. Namun kali ini, dia menuntut negara jiran itu segera mengembalikan daerah itu kepada Kesultanan Sulu dan memberikan ganti rugi atas segala kerusakan dan klaim selama ini.

Sengketa ini sangat mungkin berlanjut lantaran Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah menegaskan pintu perundingan sudah ditutup. Dia juga menyatakan klain oleh orang-orang Sulu terhadap Sabah dan Serawak merupakan gerakan separatis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Test Flight Dua Sukhoi Berlangsung Sukses


Selasa, Maret 05, 2013

MAKASSAR-: Test Flight dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TX-3002 dan TX-3001 yang dilaksanakan Senin (4/3) dan Selasa (5/3) oleh Pilot Test Alexander Demchenko dan Pavel dari Rusia berjalan lancar dan sukses, pesawat tempur canggih yang tiba beberapa hari yang lalu di Lanud Sultan Hasanuddin tersebut sebelumnya menjalani perakitan selama satu Minggu di Skadron Teknik 044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin.

Sebelum pelaksanaan test flight dua pesawat tempur Sukhoi SU-MK2 yang diparkir di Shelter Skadron Udara 11 Wing 5 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diawali dengan briefing penerbangan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, Pilot Test Flight dari Rusia Mr. Alexander Demchenko, Komandan Skadron Udara 11, Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin serta Petugas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Test Flight dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dilaksanakan di area udara Makassar dan sekitarnya, yang disaksikan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim dan beberapa Pejabat dari Mabes TNI Angkatan Udara, Koopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin.


Sumber : Poskota

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1.560 Personel TNI Siaga di Perbatasan dengan Sabah





SANGATTA, KOMPAS.com — Sebanyak 1.560 personel pasukan TNI dari Kodam VI/Mulawarman ditempatkan di pos-pos wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pihak-pihak luar terkait konflik antara Malaysia dan pasukan Kerajaan Sulu, Filipina.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam VI) Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di Sangatta, Jumat (8/3/2013), mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi dengan menempatkan pasukan di pos-pos perbatasan lengkap dengan pakaian siap tempur.

"Itu saya proyeksikan dan pasukan cadangan sudah saya siapkan di wilayah perbatasan sebanyak dua batalion, untuk mengantisipasi kemungkinan masuk ke wilayah Indonesia," kata Dicky.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dalam jumpa pers di Sangatta mengungkapkan, 560 personel TNI ditempatkan di perbatasan. Selain itu, disiagakan juga dua batalion atau sekitar 1.000 personel. Dengan demikian, total yang disiagakan 1.560 personel.

Menurut Dicky, saat ini situasi dan kondisi di wilayah perbatasan masih aman dan tidak ada tanda-tanda mereka mau masuk ke wilayah Indonesia. Dia menegaskan, Indonesia, khususnya TNI, tidak ingin melibatkan diri dengan konflik yang terjadi di Sabah, Malaysia.

"Kita menghargai mereka untuk menyelesaikannya. Itu urusan mereka, Malaysia, dengan Kerajaan Sulu Filipina," ujar Mayjen TNI Dicky W Usman.

Dia mengatakan, sejauh ini TNI belum mengirimkan tambahan pasukan untuk membantu pengamanan di wilayah perbatasan, dan saat ini dinilai tidak perlu ada tambahan.

Pasukan TNI Kodam VI/Mulawarman siap siaga penuh menjaga dan mengamankan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan.

"Saya kira belum diperlukan bantuan dari Mabes TNI karena saya yang ditugaskan tetap menjaga wilayah. Karena kita yakin dengan kompartemen strategis Kodam VI/Mulawarman yang menggelar kekuatannya akan cukup," ucapnya.

Kehadiran Panglima Mayjen TNI Dicky Wainal Usman di Kutai Timur dalam rangka kunjungan kerja ke tiga daerah, yakni Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur serta Kabupaten Berau.
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PTDI Fokus Garap CN-235 NG (Next Generation)


BANDUNG, JUMAT - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) fokus untuk menggarap peluang pasar pesawat komersial dengan mengembangkan program CN-235 Next Generation dengan meningkatkan kapasitas dan kemampuan pesawat itu. "Program ini siap running, diharapkan 14-18 bulan ke depan sudah bisa direalisasikan. Semuanya tergantung investasi," kata Dirut PTDI, Budi Santoso, di Bandung, Jumat (22/2).

Pesawat CN-235 NG yang akan dikembangkan itu mempunyai kapasitas maksimal 45 tempat duduk dan diproyeksikan untuk melayani penerbangan komersial dalam negeri.

Selama ini, menurut Budi, PTDI lebih banyak memproduksi CN-235 tipe militer. "Pesawat itu akan dimodifikasi, ada perubahan dari tipe sebelumnya. Bila versi militer ada ramp door, untuk pesawat komersial tidak pakai fasilitas itu karena tidak akan diperlukan," kata Budi.

Menurut Budi, pesawat baling-baling produk PTDI sagat cocok untuk karakter penerbangan komersial dalam negeri, khususnya di Indonesia. Selain itu, beberapa negara juga membutuhkan pesawat jenis ini. "Jenis pesawat itu punya keunggulan di kelasnya," katanya.

Budi menyebutkan beberapa keunggulan pesawat baling-baling adalah lebih murah perawatannya serta lebih irit bahan bakar. "Dengan ukuran yang lebih kecil lebih memungkinkan untuk melayani penerbangan ke berbagai daerah yang memiliki keterbatasan landasan pacu," ujarnya.

Source: regional.kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wamenhan : TNI akan bertindak taktis di Papua

Jakarta (ANTARA News) - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan TNI akan melakukan tindakan taktis untuk menangani pelaku penyerangan terhadap anggota TNI di Papua yang mengakibatkan delapan prajurit TNI gugur.

"Tindakan taktis itu adalah mencari, menemukan, dan menghancurkan. Tentunya secara operasional Mabes TNI akan merespon secara taktis terhadap serangan yang bersifat taktis tersebut," kata Wamenhan di Kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat.

Sjafrie mengatakan, penyerangan kelompok bersenjata itu tidak berpengaruh terhadap kebijakan strategis TNI di Papua. Karena itu, hingga kini belum ada rencana untuk menambah pasukan dan mempercayakan pengamanan kepada panglima komando operasi di lapangan.

"Aspek ketahanan negara kita tingkatkan dengan strategi teritorial dimana operasi tetap bertumpu peningkatan kesejahteraan dan bisa membedakan ancaman bersenjata yang perlu mendapat suatu respon dari strategi berlapis," kata Sjafrie.

Menurut dia, strategi berlapis di antaranya dengan membuka diplomasi atau dialog oleh satuan-satuan teritorial dan tindakan taktis terhadap ancaman gerakan bersenjata.

Di tempat yang sama, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan rasa duka mendalam terkait gugurnya delapan prajurit TNI di Papua.

Purnomo mengatakan masalah yang dihadapi sekarang adalah evakuasi jenazah korban karena ketika aparat mencoba melakukan evakuasi, Jumat (22/2) pagi WIT, helikopter Puma milik TNI ditembaki oleh segerombol anggota gerakan pengacau keamanan.

"Evakuasi jenazah terhambat cuaca dan keamanan," kata Purnomo.

Terkait perubahan status di Papua, menurut Menhan menunggu hasil keputusan rapat kabinet terbatas yang diikuti kementerian terkait dengan keamanan.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan hingga saat ini jenazah tujuh anggota TNI yang gugur dalam penghadangan dan penyerangan oleh kelompok bersenjata di Sinak, Kabupaten Puncak, Kamis (21/2) masih belum dapat dievakuasi.

"Hal ini karena Helikopter Super Puma milik TNI AU yang diperbantukan untuk proses evakuasi ditembaki orang tak dikenal sekitar pukul 08.00 WIT. Kaca heli tembus, jari tangan kiri kru teknik terluka. Pilot dan copilot tak terkena tembakan," kata Kapuspen, di Jakarta, Jumat.

Penembakan oleh orang tak dikenal ini mengakibatkan Lettu Tek Amang tertembak pada tangan sebelah kiri antara jari manis dan jari kelingking.

Saat ini, lanjut dia, jenazah tujuh anggota TNI tersebut masih berada di Sinak dan direncanakan untuk disemayamkan di Mulia.

Terkait kemungkinan adanya perubahan status dan dilakukannya operasi militer, menurut Kapuspen hal itu tergantung keputusan dari panglima tertinggi yaitu Presiden yang rencananya siang ini menggelar rapat darurat.

"Panglima tertinggi yaitu presiden nanti yang akan memutuskan. Saya yakin beliau punya bahan untuk mengambil keputusan," ujarnya.

Ia mengatakan hingga kini belum ada penambahan kekuatan dari Mabes TNI ke Papua. "Belum ada penambahan kekuatan dari pusat. Semua masih kekuatan dari Kodam Cendrawasih. Namun kewaspadaan lebih ditingkatkan dan penguatan kewilayahan ditambah di Posko Tinggi Nambut dan Kodim Sinak.

Sebelumnya dilaporkan dua peristiwa penembakan yang terjadi pada Kamis (21/2) hingga menyebabkan delapan orang anggota TNI tewas.

Pertama, peristiwa penyerangan terhadap pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya oleh kelompok bersenjata sekitar pukul 09.30 WIT, sehingga menyebabkan satu orang anggota TNI bernama Pratu Wahyu Bowo tewas karena mengalami luka tembak di bagian dada dan leher.

Satu orang lainnya, Komandan Pos Satgas Lettu Inf Reza, hanya mengalami luka tembak di bagian lengan kiri.

Peristiwa kedua terjadi sekitar pukul 10.30 WIT di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Kelompok bersenjata menghadang dan menyerang 10 anggota Koramil Sinak, Kodim 1714/Puncak Jaya yang sedang menuju Bandara Sinak untuk mengambil logistik dan radio kiriman dari Nabire.

Penyerangan itu menyebabkan tujuh anggota TNI gugur, yakni Sertu Ramadhan, Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik, dan Pratu Mustofa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DUA SUKHOI SU-30MK2 TNI AU TIBA DI MAKASSAR

MAROS-(IDB) : Dua pesawat tempur Sukhoi tipe SU-30 MK 2 tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin TNI Angkatan Udara, Jumat (22/2/13) malam ini. 


Dua dari enam pesawat pesanan pemerintah Republik Indonesia buatan Rusia ini, mendarat mulus yang diangkut dengan pesawat Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 613 yang dibawa pilot Gorbunov Vladimir beserta 17 kru pesawat.


Pesawat angkut AN-124-100 tersebut berangkat dari Bandara Dzemgi, Rusia, Rabu (20/2/13) pukul 00.30 UTC. Dengan rute penerbangan bandara Dzemgi Rusia lalu ke Bandara Ninoy Aq Manila hingga tiba ke Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Mandai, Kabupaten Maros.

Kepala Penerangan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin, Mayor Mulyadi, mengatakan, kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 ini menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia.

Sebelumnya, sudah ada 10 unit pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang datang secara bertahap pada tahun 2003 lalu di Lanud Iswahyudi, Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin pada 2009 dan 2010.

Jika enam pesawat pesanan tahun 2013 ini datang semuanya, maka TNI AU memiliki total 16 Sukhoi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Akan Evakuasi Korban, Heli TNI Dihujani Tembakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Serangan terhadap anggota TNI di Papua kembali terjadi. 

Helikopter TNI jenis MI 17 yang hendak mengevakuasi anggota TNI yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Sinak, Jumat pagi sekitar pukul 08.25 ditembaki hingga terpaksa kembali ke Mulia.

Sumber ANTARA di Mulia, mengungkapkan, akibat tembakan tersebut pilot heli mengalami luka tembak ditangan sebelah kanan.

Heli naas itu ditembaki saat hendak mengevakuasi tujuh anggota TNI yang tewas akibat ditembak kelompok sipil bersenjata di Sinak, Kabupaten Puncak Jaya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pekan Depan Indonesia Terima Dua Pesawat Tempur Sukhoi dari Rusia

Direktur Jendral Perusahaan “Rosoboronexport” Anatoly Isaikin menyatakan, "Kerja sama Indonesia-Rusia dibidang teknik militer berkembang sudah lama dan terus meningkat," kepada koresponden GATRAnews di Moskow, Svet Zakharov, saat jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Rusia.

Isaikin menyatakan Indonesia-Rusia telah menandatangani kontrak untuk pasokan enam buah pesawat tempur jenis Sukhoi yaitu SU-30MK2. Pesawat tempur itu akan didatangkan ke Indonesia pada waktunya sesuai dengan kontrak. demikian pernyataan pers yang diterima Sabtu (16/2). Menurut informasi yang diperoleh oleh Gatranews dari Atase partahanan Indonesia di Moskow, Kolonel Andi Kustoro dua buah pesawat tempur Sukhoi akan diberangkatkan tanggal 21 Pebruari mendatang, dari pabrik pembuatannya ke Makasar dengan pesawat raksasa Antonov. "Di sana kemudian pesawat Sukhoinya akan dirakit," tutur Andi.

Lebih lanjut, Isaikin menyebutkan tak hanya Sukhoi, Indonesia-Rusia juga mengadakan kerja sama pasokan persenjataan lainnya. "Dengan Indonesia. seperti dengan negeri-negeri lainnya, kerjasama kita berkembang aktif dewasa ini pada dua jurusan: yaitu layanan setelah penjualan dan transfer teknologi tertentu," kata Isaikin.

Indonesia, lanjut Isaikin, sebagai kebayakan negeri yang ekonominya maju terus, sudah sewajarnya berkepentingan untuk mengembangkan industri sendiri, termasuk industri militer. "Maka saah satu syarat kerja sama kita adalah terjadinya transfer teknologi dibidang teknik militer. Dalam mempertimbangkan kontrak dan usulan dari pihak Indonesia kami pasti memperhitungkan dan mencantumkan dalam kontrak itu pekerjaan bersama dengan perusahaan-perusaaan industri militer Indonesia," tutur Isaikin.

Salah satu program kerja sama yang sekarang sedang digalakkan adalah program ”Rosoboronexort”. "Program ini mengirimkan delegasi-delegasi Rusia ke sejumlah perusahaan industri militer yang leading. Program ini juga termasuk di dalamnya produksi teknik, reparasi teknik angkatan udara, darat dan laut. Saya beranggapan, tegas Anatoly Isaikin, bahwa kerjasama teknik militer kami dengan Indonesia, berada pada tingkat yang sangat baik dan ada prospeknya kerjasama dengan perusahaan kompleks industri militernya adalah cerah.

Selama 2012 lalu, lanjut Isaikin, lewat program ”Rosoboronexport” Rusia telah bekerjasama dengan 60 negeri dan memasok produksi tujuan militer senilai US$ 12,9 milyar, yang melebihi tahun 2011 sebesar 20%. Bagian terbesarnya adalah teknik dirgantara. Sebanyak 43% pasokan militer berada di negara-negara kawasan Asia Pasifik, wilayah Timur (23%), Afrika Utara (23%) dan Amerika Latin (18%). (Garta)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kendaraan Tempur Komodo 4x4 Harapan Baru Kejayaan PT. Pindad

Komodo. Itulah nama yang diberikan pada kendaraan taktis 4x4 terbaru kebanggaan PT Pindad ini. Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi memberikan nama hewan asli Indonesia ini pada perhelatan Indo Defence Expo and Forum, November 2012 yang lalu. Presiden memiliki harapan agar kendaraan taktis ini dapat tangguh di medan perang, kuat di segala medan, dan pulang dengan membawa kejayaan bagi Indonesia.

Jika ingin sedikit kembali ke masa lalu, tepat tanggal 26 Oktober 2011, Presiden mengunjungi pameran alutsista di PT Dirgantara Indonesia. Saat itu, Presiden memberikan tantangan pada tim Pengembangan Produk dari Pindad untuk membuat kendaraan taktis 4x4.

Para teknisi Divisi Kendaraan Khusus menyetujuinya. Lalu dimulailah perjalanan mewujudkan kendaraan taktis yang kini menjadi kebanggaan Pindad ini.

Proyek ini dimulai pada bulan November 2011. Tim Pengembangan Produk Divisi Kendaraan Khusus sibuk merancang kendaraan ini. Benchmarking pun dilakukan dengan mengamati berbagai macam desain kendaraan taktis sejenis yang berasal dari berbagai negara. Oskkosh, yang dipakai oleh US Army, AMPV dari Jerman, Aravis dan Sherpa dari Perancis, dan lain-lain. Proses perancangan ini berakhir bulan Januari 2012 dengan satu pilihan desain yang dipilih oleh direksi dan dilanjutkan dengan pembuatan prototype kendaraan ini.

Keputusan pembuatan jenis kendaraan taktis ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Pembuatannya didasarkan pada arah evolusi kendaraan tempur di masa depan. Arah perubahan kendaraan tempur akan mengarah pada penyusutan ukuran kendaraan. Kendaraan tempur tidak lagi mengutamakan ukuran yang gigantic, namun lebih diutamakan kendaraan yang berukuran kecil namun tetap lincah bergerak dan bisa bertahan di medan pertempuran.

Walaupun ukurannya tidak sebesar kendaraan tempur lain seperti Panser Anoa, kendaraan taktis ini tetap akan tangguh di medan karena dalam proses produksinya tetap memperhatikan tiga hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kendaraan tempur. Pertama adalah mobility, yaitu kemampuan pergerakan untuk menghindari serangan musuh dan juga kemampuan pergerakan di medan yang berat. Kedua adalah survivability yaitu kemampuan untuk bertahan dari serangan musuh dengan mengandalkan badan kendaraan yang bulletproof. Terakhir adalah fire power, yaitu kekuatan untuk menyerang musuh, dengan cara menembak balik.

Hasil perancangan tim Pengembangan Produk Divisi Kendaraan Khusus pun menghasilkan sambutan yang baik dari lingkungan industri pertahanan. Sejak prototype kendaraan ini diikusertakan dalam pameran, banyak pihak yang tertarik pada kondisi fisik kendaraan ini yang ukurannya tidak terlalu besar, namun tetap terkesan kuat dan gagah. Terlebih lagi, PT Pindad memberikan kebebasan untuk pihak klien untuk menentukan desain seperti apa yang akan diaplikasikan pada Komodo, sesuai fungsinya di lapangan.

Hal ini berlanjut pada penawaran dan kesepakatan kontrak. Saat ini, ada beberapa pihak yang tercatat sudah memesan Komodo. Kesatuan BRIMOB sudah memesan dua unit Komodo yang dimodifikasi menjadi kendaraan taktis Jungle Walfare. Kendaraan ini didesain khusus untuk pergerakan di kota dan pengejaran sampai memasuki hutan.

Berbeda lagi dengan KOPASSUS yang memesan Komodo yang telah di-customized menjadi Battering Ram atau Kendaraan Pendobrak. KOPASSUS mempunyai satuan yang disebut Gultor (Penanggulangan Teror). Satuan ini memiliki tugas untuk mengatasi segala bentuk teror seperti penyanderaan, ancaman bom, dan lain-lain. Oleh karena itu, mereka membutuhkan kendaraan yang selain berfungsi sebagai alat pendukung mobilitas mereka di lapangan, tapi juga dapat digunakan untuk fungsi penanggulangan teror, salah satunya untuk menghancurkan bangunan.

Penetapan Undang-Undang nomor 16 tahun 2012 yang mengharuskan kerjasama luar negeri untuk menggunakan local content, juga menguntungkan Pindad dan juga memberikan angin segar bagi proyek Komodo ini. Saat ini tercatat beberapa pembeli potensial yang berasal dari dunia internasional, yang menyatakan ketertarikannya pada Komodo dan kini masih berada dalam tahap penjajakan kerjasama.

Proyek Komodo ini diperkirakan akan mendapatkan masa depan yang cukup cerah. Selain karena evolusi ukuran kendaraan tempur yang semakin menyusut, tim Pengembangan Produk Kendaraan Khusus Pindad memperkirakan jenis kendaraan seperti ini akan banyak diminati di masa depan. Ditambah lagi, Kementerian Pertahanan kini sedang sibuk memenuhi Minimum Essential Force (MEF) untuk peralatan alutsista dan PT Pindad selalu menjadi pilihan utama untuk pemenuhan kebutuhan alutsista dalam sektor matra darat. Semoga saja, Komodo dapat menjadi milestone yang lain lagi dalam perjalanan sejarah PT Pindad. (Anggia Susada Mantarlia|Pindad)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

M1 Abrams

M1 Abrams adalah generasi ketiga dari tank perang utama yang diproduksi oleh Amerika Serikat. Namanya diambil dari JenderalCreighton Abrams, Kepala Staf dan Komandan Angkatan Perang Amerika Serikat di Vietnam pada 1968 hingga 1972. M1 memiliki persenjataan hebat, berlapis baja tebal, dan tank dengan mobilitas tinggi yang didesain untuk kendaraan tempur lapis baja. Keistimewaan yang dimiliki tank ini adalah mesin turbin gas (dengan bahan bakar JP8 jet fuel), mengadopsi lapisan baja kompositcanggih, dan penyimpanan amunisi terpisah dalam kompartemen terpisah untuk keselamatan kru. Dengan berat mendekati 62 ton, M1 menjadi salah satu tank terberat yang masih digunakan.

M1 Abrams memulai pengabdiannya pada 1980, menggantikan 105 mm meriam, M60 PattonMBT. M1 menjadi tank perang utama resmi Angkatan Darat Amerika Serikat dan Korps Marinir Amerika Serikat, dan tentara MesirKuwaitSaudi ArabiaAustralia, dan pada 2010 Irak.

Tiga versi yang telah diproduksi, M1M1A1, dan M1A2, menggabungkan persenjataan yang semakin disempurnakan, perlindungan dan elektronika. Peningkatan ini sebagaimana peningkatan kemampuan secara periodik bagi tank tua sehingga mampu untuk tetap berada di garis depan. M1A3 masih dalam tahap pengembangan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SS2

SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Flag Counter