Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

KRL (Kereta Rel Listrik)

S
eperti hari-hari biasanya, pagi hari merupakan awal dari aktifitas yang setiap harinya saya lakukan, bersiap untuk berangkat menuntut ilmu di salah satu Politeknik Negeri di Jakarta. Berangkat menggunakan sepeda motor menuju stasiun dan melanjutkan perjalanan dengan KRL.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Biografi R.A. Kartini

Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal Ibu Kartini merupakan keturunan keluarga terpandang Jawa. Dia lahir 21 April 1879, dimana adat istiadat masih kukuh dipegang oleh masyarakat, termasuk keluarganya. Satu hal yang diwariskan dari keluarganya adalah pendidikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Timnas Indonesia



Berikut data pelatih Timnas Indonesia dari masa ke masa

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak Indonesia


Jembatan Perjuangan Anak Bangsa – Bertaruh Nyawa Demi Bangku Sekolah – Menyebrangi jembatan rusak berbahaya - Demi mengapai cita-cita.

Tiga Juhar Simpang Kawat di Kabupaten Karo SUMATERA UTARA Daerah yang membuat saya miris saat pagi dan siang tepatnya Berangkat dan pulang sekolah - Tanah Karo, Indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ini Alasan Majalah "Time" Meliput Jokowi


JAKARTA, KOMPAS.com — Nama Joko Widodo semakin dikenal luas. Tak hanya merembet ke skala nasional, figur Gubernur DKI Jakarta ini juga dikenal sampai ke luar negeri. Ia berbeda dan unik, itulah yang menarik dari sosoknya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Foto: Konser Kolosal Angklung Digelar di Beijing

@Ocanz

KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYAS DAYUPUTRI Angklung sebagai alat musik tradisional Jawa Barat memiliki daya tarik bagi para wisatawan asing untuk belajar memainkannya seperti terlihat di Saung Angklung Udjo, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2009).

BEIJING, KOMPAS.com--Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di Beijing, akhir Mei 2013.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan di Beijing, Kamis, mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.

"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.

Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu.

"Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.

Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan, Surabaya sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.

Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.

Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.

"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.

Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.

"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.

Taufik menambahkan, "Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".
Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono
 
Konser Kolosal Angklung Digelar di Beijing


KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYAS DAYUPUTRI Angklung sebagai alat musik tradisional Jawa Barat memiliki daya tarik bagi para wisatawan asing untuk belajar memainkannya seperti terlihat di Saung Angklung Udjo, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2009).

BEIJING, KOMPAS.com--Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di Beijing, akhir Mei 2013.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan di Beijing, Kamis, mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.

"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya menjelaskan.

Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu.

"Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.

Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan, Surabaya sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.

Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada 2011," kata Bondan.

Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.

"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.

Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.

"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.

Taufik menambahkan, "Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".
Sumber :
ANT
Editor :
Jodhi Yudono

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing

Foto: Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing

@Ocanz

Langkawi - Tidak sedikit yang masih meragukan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam membuat pesawat sekelas Airbus dan Boeing. Padahal sebenarnya PT DI yang memiliki banyak ahli-ahli pesawat terbang sangat bisa membuat pesawat seperti Airbus dan Boeing. Pertanyaannya boleh apa tidak?

"Siapa bilang kita tidak bisa buat pesawat seperti Airbus atau Boeing? Jawabannya sangat bisa. Tapi mau atau boleh kita buat? Siapa yang mau beli?," kata Vice President Corporate Communication PT DI, Sonni Ibrahim kepada detikFinance, di The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition, Malaysia, Kamis (28/3/2013).

Pertama, dulu Indonesia punya N250 banyak yang menentang keberadaanya. "Itu pesawat sangat bagus, irit, cepat, muat banyak orang. Tapi apa yang terjadi, tanpa alasan yang logis IMF meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek tersebut sebagai salah satu syarat untuk membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi," ucapnya.

Selain itu, pasar laris manis produk PT DI bukan disana. "Pasar kita sudah jelas, di kelas Medium-Heavy multi roles transport, medium multii roles transport, light, Far/CASR light. Belum sampai ke sipil," ujarnya.

Pasar pesawat PT DI di Asia Pasifik sangat luas. "Dan jika PT DI masuk ke pasar Airbus dan Boeing, apakah mereka diam saja? Tentu tidak," katanya.

Namun walau PT DI tidak membuat pesawat besar sekelas Airbus A380, A320 atau Boeing B747-200/400.

"Tetapi PT kami membuat komponen di pesawat-pesawat Airbus A380/A320/A321/A350. Ada pula kita buat komponen tooling dan airframe Boeing B 747/B-777/B-787, Euurocopter MK-II, Airbus Military di CN235/C295 dan C212-400," ungkap Sonni.

"Tidak hanya itu, kita juga melakukan providing maintenance, overhaul, repair, alteration di helikopter BELL 412, Boeing 737-200/300/400/500/A320.F100, F27 dan banyak lagi, so, bukan kita tidak bisa," tandasnya.



(rrd/ang)
 
Siapa Bilang Indonesia Tidak Bisa Buat Pesawat Sekelas Airbus dan Boeing


Langkawi - Tidak sedikit yang masih meragukan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam membuat pesawat sekelas Airbus dan Boeing. Padahal sebenarnya PT DI yang memiliki banyak ahli-ahli pesawat terbang sangat bisa membuat pesawat seperti Airbus dan Boeing. Pertanyaannya boleh apa tidak?

"Siapa bilang kita tidak bisa buat pesawat seperti Airbus atau Boeing? Jawabannya sangat bisa. Tapi mau atau boleh kita buat? Siapa yang mau beli?," kata Vice President Corporate Communication PT DI, Sonni Ibrahim kepada detikFinance, di The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition, Malaysia, Kamis (28/3/2013).

Pertama, dulu Indonesia punya N250 banyak yang menentang keberadaanya. "Itu pesawat sangat bagus, irit, cepat, muat banyak orang. Tapi apa yang terjadi, tanpa alasan yang logis IMF meminta pemerintah Indonesia untuk menghentikan proyek tersebut sebagai salah satu syarat untuk membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi," ucapnya.

Selain itu, pasar laris manis produk PT DI bukan disana. "Pasar kita sudah jelas, di kelas Medium-Heavy multi roles transport, medium multii roles transport, light, Far/CASR light. Belum sampai ke sipil," ujarnya.

Pasar pesawat PT DI di Asia Pasifik sangat luas. "Dan jika PT DI masuk ke pasar Airbus dan Boeing, apakah mereka diam saja? Tentu tidak," katanya.

Namun walau PT DI tidak membuat pesawat besar sekelas Airbus A380, A320 atau Boeing B747-200/400.

"Tetapi PT kami membuat komponen di pesawat-pesawat Airbus A380/A320/A321/A350. Ada pula kita buat komponen tooling dan airframe Boeing B 747/B-777/B-787, Euurocopter MK-II, Airbus Military di CN235/C295 dan C212-400," ungkap Sonni.

"Tidak hanya itu, kita juga melakukan providing maintenance, overhaul, repair, alteration di helikopter BELL 412, Boeing 737-200/300/400/500/A320.F100, F27 dan banyak lagi, so, bukan kita tidak bisa," tandasnya.



(rrd/ang)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sineas Muda Indonesia Produseri Film Hollywood

Foto: Sineas Muda Indonesia Produseri Film Hollywood
 
@Ocanz

Bakat-bakat muda Indonesia kini sudah semakin melebarkan sayapnya di dunia internasional, terbukti pemuda asal Medan bernama Gunawan, dipercaya untuk menjadi produser film Hollywood berjudul Acting Accountable. Di film tersebut Gunawan bekerjasama dengan aktris asal Indonesia yang berkecimpung di industri Hollywood bernama Tania Gunadi.

Gunawan tidak pernah menyangka kesempatan emas ini bisa datang kepadanya. Hal itu berawal ketika pria berusia 23 tahun ini berkenalan dengan Tania untuk program televisi lokal yang diproduserinya. Ketika Gunawan mendapat kesempatan menimba ilmu di New York Film Academy (NYFA) pada pertengahan 2012, ia akhirnya bertemu kembali dengan Tania dan ditawari menggarap film Acting Accountable, dibawah bendera rumah produksi milik Tania bernama Leading Edge Entertainment.

"Saat saya kuliah di Amerika saya ketemu lagi dengan Tania dan muncul ide untuk membuat film ini. Kalau mengenai kisahnya saya masih belum bisa bicara banyak tapi secara umum ini adalah film drama tentang impian," ujar Gunawan saat dihubungi redaksi Cinema 21 via telefon.

Gunawan menjelaskan, meskipun naskah film Acting Accountable sudah rampung namun ia masih dalam tahap budgeting. Setelah urusan tersebut, selesai baru ia akan mengumumkan siapa yang akan menjadi sutradara dan artis yang terlibat di film feature perdanananya ini.

"Untuk lokasi syuting kita akan lakukan di Indonesia dan Amerika Serikat. Kalau mengenai bahasa, kita akan tetap menggunakan bahasa Inggris layaknya film luar yang sedang melakukan syuting di Indonesia," tutur Gunawan.

"Tahap produksi kemungkinan bisa kita lakukan 4 sampai 5 bulan lagi, tapi itu tergantung investor juga kalau mereka mundur maka jadwal syuting kita juga bisa ikutan mundur," tambahnya.

Gunawan adalah pemuda kelahiran Medan yang sejak lulus dari SMA ia mendapat beasiswa belajar project management di Belanda. Pada tahun 2009, putra sulung dari tiga bersaudara ini melanjutkan pendidikan di Singapura jurusan Management Studies serta Manajemen Bisnis dan Media. Setelah itu ia mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di jurusan perfilman di New York Film Academy (NYFA).

Sedangkan Tania Gunadi sendiri merupakan aktris asal Bandung yang mengawali kariernya sebagai bintang film televisi di Disney Hollywood dan layar lebar seperti Even Stevens, Pixels Perfect, Go Figure, Aaron Stone dan Zambezia (2013) bersama Samuel L. Jackson dan Jeff Goldblum.
 
Sineas Muda Indonesia Produseri Film Hollywood

Bakat-bakat muda Indonesia kini sudah semakin melebarkan sayapnya di dunia internasional, terbukti pemuda asal Medan bernama Gunawan, dipercaya untuk menjadi produser film Hollywood berjudul Acting Accountable. Di film tersebut Gunawan bekerjasama dengan aktris asal Indonesia yang berkecimpung di industri Hollywood bernama Tania Gunadi.

Gunawan tidak pernah menyangka kesempatan emas ini bisa datang kepadanya. Hal itu berawal ketika pria berusia 23 tahun ini berkenalan dengan Tania untuk program televisi lokal yang diproduserinya. Ketika Gunawan mendapat kesempatan menimba ilmu di New York Film Academy (NYFA) pada pertengahan 2012, ia akhirnya bertemu kembali dengan Tania dan ditawari menggarap film Acting Accountable, dibawah bendera rumah produksi milik Tania bernama Leading Edge Entertainment.

"Saat saya kuliah di Amerika saya ketemu lagi dengan Tania dan muncul ide untuk membuat film ini. Kalau mengenai kisahnya saya masih belum bisa bicara banyak tapi secara umum ini adalah film drama tentang impian," ujar Gunawan saat dihubungi redaksi Cinema 21 via telefon.

Gunawan menjelaskan, meskipun naskah film Acting Accountable sudah rampung namun ia masih dalam tahap budgeting. Setelah urusan tersebut, selesai baru ia akan mengumumkan siapa yang akan menjadi sutradara dan artis yang terlibat di film feature perdanananya ini.

"Untuk lokasi syuting kita akan lakukan di Indonesia dan Amerika Serikat. Kalau mengenai bahasa, kita akan tetap menggunakan bahasa Inggris layaknya film luar yang sedang melakukan syuting di Indonesia," tutur Gunawan.

"Tahap produksi kemungkinan bisa kita lakukan 4 sampai 5 bulan lagi, tapi itu tergantung investor juga kalau mereka mundur maka jadwal syuting kita juga bisa ikutan mundur," tambahnya.

Gunawan adalah pemuda kelahiran Medan yang sejak lulus dari SMA ia mendapat beasiswa belajar project management di Belanda. Pada tahun 2009, putra sulung dari tiga bersaudara ini melanjutkan pendidikan di Singapura jurusan Management Studies serta Manajemen Bisnis dan Media. Setelah itu ia mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di jurusan perfilman di New York Film Academy (NYFA).

Sedangkan Tania Gunadi sendiri merupakan aktris asal Bandung yang mengawali kariernya sebagai bintang film televisi di Disney Hollywood dan layar lebar seperti Even Stevens, Pixels Perfect, Go Figure, Aaron Stone dan Zambezia (2013) bersama Samuel L. Jackson dan Jeff Goldblum.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 Cerita Malaysia hormati Presiden Soeharto

Foto: 5 Cerita Malaysia hormati Presiden Soeharto

@OCanz/Ihsan

Sebagai negara bertetangga, hubungan Indonesia dan Malaysia sering panas dingin. Dulu Presiden Soekarno mengobarkan perang gerilya dengan Malaysia periode 1963. Namun setelah Soekarno jatuh, Soeharto tak berniat melanjutkan peperangan itu.

Soeharto secara perlahan menggagas perdamaian antar kedua negara. Malaysia menyambut baik uluran perdamaian Indonesia. Kala itu mereka pun kewalahan menghadapi gerilyawan Kalimantan yang sebenarnya pasukan elite TNI. Malaysia bahkan sampai meminta bantuan pasukan elite Inggris dan negara persemakmuran.

Perdana Menteri Malaysia Tun Mahatir bin Mohamad kemudian menjadi sahabat Soeharto. Dia memuji kepemimpinan Soeharto yang berwibawa. Kala itu Malaysia sangat menghormati Indonesia.

Saya merasa terhormat dapat diterima Pak Harto sebagai sahabat," kenang Mahatir dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Berikut cerita-cerita penghormatan Malaysia untuk Soeharto:

1. Ada Kampung Soeharto di Malaysia

Felda Soeharto atau kampung Soeharto terletak di Selangor, Malaysia. Luasnya sekitar  2.909,35 hektar. Ada juga klinik kesehatan yang bernama Soeharto di sana.

Kampung ini diberi nama Soeharto untuk menghormati Presiden kedua RI. Pada tahun 1977, Soeharto dan Ibu Tien mengunjungi Felda Sungai Dusun. Sebagai penghormatan nama kampung ini diubah menjadi Felda Soeharto.

Kunjungan Soeharto ke Selangor sekaligus mencairkan hubungan Indonesia-Malaysia yang sempat tegang akibat konfrontasi Ganyang Malaysia yang dicetuskan Soekarno.

2. 'Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh'

"Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh," puji Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman saat berdialog dengan Presiden Soeharto soal Selat Malaka. Pertemuan keduanya berlangsung tahun 1970.?

Tunku Abdul Rahman memuji Soeharto karena komitmennya mewujudkan perdamaian antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya Soeharto berperan besar untuk mengembangkan hubungan baik antara negara jiran ini.

Tunku Abdul Rahman berkonfrontasi dengan Soekarno saat Dwikora. Baru setelah Soekarno dilengserkan Soeharto kedua negara memasuki era baru.

3. Menghormati Pak Harto sebagai pemimpin ASEAN

Pujian ini dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad. Menurut Mahatir, Soeharto sangat disegani para pemimpin di ASEAN. Indonesia kala itu memegang peranan penting di Asia Tenggara,

"Di ASEAN, Pak Harto memainkan peranan yang sangat penting. Para pemimpin negara ASEAN mendudukkan Pak Harto sebagai orang tua. Kejatuhan Pak Harto merupakan kerugian yang besar di Asia Tenggara karena beliau sangat dihormati oleh para pemimpin Asean lainnya," kenang Mahatir dalam buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Indonesia pun digelari Big Brother di ASEAN. Mereka sering menunjuk Indonesia untuk menjadi penengah bila ada konflik.

4. 'Indonesia lebih jaya dari Malaysia'

Saat Soeharto berkuasa, Perdana Menteri Mahatir Mohammad tak pernah meremehkan Indonesia. Dia membenarkan infrastruktur di Malaysia lebih maju. Tetapi itu disebabkan wilayah Malaysia lebih kecil.

"Kita tidak boleh membandingkan Indonesia dengan Malaysia. Indonesia adalah negara yang luas dengan banyak pulau, jumlah penduduk yang besar dengan suku-suku yang dimiliki. Sedangkan Malaysia adalah negara kecil sehingga lebih mudah kami mengurus sesuatu. Jadi kejayaan Pak Harto lebih besar dibandingkan kejayaan di Malaysia," kenang Mahatir di buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Begitu dengan Singapura yang merupakan negara paling maju di Asia Tenggara. Mahatir menilai Singapura hanya negara kota.

"Melihat Indonesia tidak bisa sama dengan melihat Malaysia. Sama halnya melihat Malaysia dengan Singapura, karena Singapura hanya sebuah bandar (kota). Dengan demikian, mengelola sebuah negara yang kecil lebih mudah dibandingkan mengelola sebuah negara yang besar.

5. 'Indonesia dan Malaysia satu bangsa'

Menurut mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad Indonesia adalah satu bangsa. Begitu juga Soeharto yang menganggap Indonesia dan Malaysia bersaudara.

"Pak Harto menganggap Malaysia sebagai bangsa yang serumpun, begitu pula saya menempatkan Indonesia sebagai bangsa serumpun. Hanya karena sejarah yang membuat Indonesia dan Malaysia terpisahkan, namun sesungguhnya kedua bangsa berasal dari satu bangsa."

"Dimana-mana, dalam hubungan dua negara selalu ada konflik. Secara geografis Malaysia berada di tengah-tengah di antara lima negara ASEAN. Dengan setiap negara, Malaysia memiliki masalah. Malaysia memiliki masalah dengan Thailand, Singapura, Philipina, Brunei Darussalam, dan Indonesia, tetapi yang paling mudah diselesaikan adalah dengan Indonesia. Jadi saya merasa berutang budi terhadap Indonesia dan Pak Harto," puji Mahatir.


5 Cerita Malaysia hormati Presiden Soeharto

Sebagai negara bertetangga, hubungan Indonesia dan Malaysia sering panas dingin. Dulu Presiden Soekarno mengobarkan perang gerilya dengan Malaysia periode 1963. Namun setelah Soekarno jatuh, Soeharto tak berniat melanjutkan peperangan itu.

Soeharto secara perlahan menggagas perdamaian antar kedua negara. Malaysia menyambut baik uluran perdamaian Indonesia. Kala itu mereka pun kewalahan menghadapi gerilyawan Kalimantan yang sebenarnya pasukan elite TNI. Malaysia bahkan sampai meminta bantuan pasukan elite Inggris dan negara persemakmuran.

Perdana Menteri Malaysia Tun Mahatir bin Mohamad kemudian menjadi sahabat Soeharto. Dia memuji kepemimpinan Soeharto yang berwibawa. Kala itu Malaysia sangat menghormati Indonesia.

Saya merasa terhormat dapat diterima Pak Harto sebagai sahabat," kenang Mahatir dalam buku 'Pak Harto The Untold Stories' terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Berikut cerita-cerita penghormatan Malaysia untuk Soeharto:

1. Ada Kampung Soeharto di Malaysia

Felda Soeharto atau kampung Soeharto terletak di Selangor, Malaysia. Luasnya sekitar  2.909,35 hektar. Ada juga klinik kesehatan yang bernama Soeharto di sana.

Kampung ini diberi nama Soeharto untuk menghormati Presiden kedua RI. Pada tahun 1977, Soeharto dan Ibu Tien mengunjungi Felda Sungai Dusun. Sebagai penghormatan nama kampung ini diubah menjadi Felda Soeharto.

Kunjungan Soeharto ke Selangor sekaligus mencairkan hubungan Indonesia-Malaysia yang sempat tegang akibat konfrontasi Ganyang Malaysia yang dicetuskan Soekarno.

2. 'Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh'

"Seorang yang benar-benar, sungguh-sungguh," puji Perdana Menteri Malaysia Tunku Abdul Rahman saat berdialog dengan Presiden Soeharto soal Selat Malaka. Pertemuan keduanya berlangsung tahun 1970.?

Tunku Abdul Rahman memuji Soeharto karena komitmennya mewujudkan perdamaian antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya Soeharto berperan besar untuk mengembangkan hubungan baik antara negara jiran ini.

Tunku Abdul Rahman berkonfrontasi dengan Soekarno saat Dwikora. Baru setelah Soekarno dilengserkan Soeharto kedua negara memasuki era baru.

3. Menghormati Pak Harto sebagai pemimpin ASEAN

Pujian ini dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad. Menurut Mahatir, Soeharto sangat disegani para pemimpin di ASEAN. Indonesia kala itu memegang peranan penting di Asia Tenggara,

"Di ASEAN, Pak Harto memainkan peranan yang sangat penting. Para pemimpin negara ASEAN mendudukkan Pak Harto sebagai orang tua. Kejatuhan Pak Harto merupakan kerugian yang besar di Asia Tenggara karena beliau sangat dihormati oleh para pemimpin Asean lainnya," kenang Mahatir dalam buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Indonesia pun digelari Big Brother di ASEAN. Mereka sering menunjuk Indonesia untuk menjadi penengah bila ada konflik.

4. 'Indonesia lebih jaya dari Malaysia'

Saat Soeharto berkuasa, Perdana Menteri Mahatir Mohammad tak pernah meremehkan Indonesia. Dia membenarkan infrastruktur di Malaysia lebih maju. Tetapi itu disebabkan wilayah Malaysia lebih kecil.

"Kita tidak boleh membandingkan Indonesia dengan Malaysia. Indonesia adalah negara yang luas dengan banyak pulau, jumlah penduduk yang besar dengan suku-suku yang dimiliki. Sedangkan Malaysia adalah negara kecil sehingga lebih mudah kami mengurus sesuatu. Jadi kejayaan Pak Harto lebih besar dibandingkan kejayaan di Malaysia," kenang Mahatir di buku Pak Harto The Untold Stories terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Begitu dengan Singapura yang merupakan negara paling maju di Asia Tenggara. Mahatir menilai Singapura hanya negara kota.

"Melihat Indonesia tidak bisa sama dengan melihat Malaysia. Sama halnya melihat Malaysia dengan Singapura, karena Singapura hanya sebuah bandar (kota). Dengan demikian, mengelola sebuah negara yang kecil lebih mudah dibandingkan mengelola sebuah negara yang besar.

5. 'Indonesia dan Malaysia satu bangsa'

Menurut mantan Perdana Menteri Malaysia Mahatir Mohamad Indonesia adalah satu bangsa. Begitu juga Soeharto yang menganggap Indonesia dan Malaysia bersaudara.

"Pak Harto menganggap Malaysia sebagai bangsa yang serumpun, begitu pula saya menempatkan Indonesia sebagai bangsa serumpun. Hanya karena sejarah yang membuat Indonesia dan Malaysia terpisahkan, namun sesungguhnya kedua bangsa berasal dari satu bangsa."

"Dimana-mana, dalam hubungan dua negara selalu ada konflik. Secara geografis Malaysia berada di tengah-tengah di antara lima negara ASEAN. Dengan setiap negara, Malaysia memiliki masalah. Malaysia memiliki masalah dengan Thailand, Singapura, Philipina, Brunei Darussalam, dan Indonesia, tetapi yang paling mudah diselesaikan adalah dengan Indonesia. Jadi saya merasa berutang budi terhadap Indonesia dan Pak Harto," puji Mahatir.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jokowi Pasang Poster APBD DKI di Kecamatan dan Kelurahan


Tribunnews.com, Jakata - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo benar-benar ingin menunjukkan sikap terbuka kepada masyarakat dengan memasang poster Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) DKI tahun 2013 di kantor Kecamatan dan Kelurahan.
Pada Kamis (14/3/2013) siang, pria yang kerap disapa Jokowi itu memperlihatkan poster APBD 2013 kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).
"Ini loh saya mau liatin poster APBD DKI tahun 2013 yang akan dipasang di Kecamatan dan Kelurahan," kata Jokowi di Balai Kota.
Jokowi menjelaskan mengapa dirinya ingin menempel postur APBD 2013 itu di Kelurahan dan Kecamatan agar adanya transparansi di pemerintahan yang ia pimpin. Sehingga, kebocoran yang kerap terjadi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak terulang kembali.
"Agar masyarakat bisa kontrol dan bisa mengawasi anggaran itu. Kami ingin transparan," imbuhnya.
Kemudian, dalam postur tersebut ada nomer telepon yang bisa dihubungi untuk memberikan keluhan dan informasi tentang dana APBD. Pasalnya, dana sebesar Rp.49,9 triliun itu harus bisa bermanfaat bagi warga Jakarta.
"Ini diposter ada nomer telepon yang bisa dihubungi. Entah memberikan informasi atau keluhan," tuntasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menpora Ingin Gelar Formula 1 di Indonesia


Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo di Jakarta, Senin (11/3), mengemukakan rencananya untuk mementaskan ajang balap mobil pengemudi tunggal yang paling bergengsi di dunia, Formula Satu (F1), di Indonesia.

Roy mengatakan dirinya akan berangkat ke Australia, pada Rabu (13/3), untuk menemui manajemen F1 guna membicarakan syarat-syarat teknis dan mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah. Hal ini juga bertepatan dengan momen menjelang digelarnya seri pertama F1 2013 di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia pada tanggal 17 Maret.

"Setelah meresmikan tim nasional sepakbola pada dua hari lagi, malamnya saya akan bertolak ke Australia untuk membicarakan teknisnya, mengenai syarat-syaratnya menjadi tuan rumah," ujar Roy.

Menteri yang mengaku menggemari otomotif ini menjelaskan lokasi sirkuit nantinya direncanakan bertempat di Bali atau Jakarta.

Di Jakarta, menurutnya terdapat lokasi yang sering dijadikan arena balapan liar padahal memiliki potensi untuk dijadikan sirkuit berkelas internasional.

"Rencananya digelar di Bali di pinggir-pinggir jalan tol, atau di Jakarta di tempat yang dijadikan balapan liar padahal bagus jika dijadikan sirkuit internasional," jelasnya.

Di sela kunjungannya ke Pontianak, Februari 2013 lalu, Roy pernah mengemukakan rencananya untuk membangun sirkuit berkelas internasional di Kemayoran, Jakarta.

Terkait proses dan persiapan menjadi tuan rumah seri F1 yang kemungkinan membutuhkan waktu lama, Roy mengatakan, rencana untuk menjadi tuan rumah ini bersifat jangka panjang. Dia tidak mempermasalahkan jika rencana ini terealisasi ketika dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai Menpora.

"Mungkin bukan tahun ini. Atau juga bukan di masa jabatan saya. Tapi setidaknya saya sudah mulai merintis rencana besar ini," ujarnya.

Roy mengemukakan rencananya itu setelah mengapresiasi pembalap nasional Alexandra Asmasoebrata yang akan berlaga di Kejuaraan Asian Formula Renault 2013 di China, Maret 2013.

Roy menginginkan banyak pebalap-pebalap berikutnya yang berlaga di ajang internasional dan bahkan menembus persaingan di F1.

Menurutnya, prestasi dan keikutsertaan pebalap nasional di kancah internasional juga mengobati kekecewaan masyarakat dan juga berbagai kalangan, karena sejumlah masalah olahraga termasuk lambatnya pencairan anggaran Kemenpora 2013.

Seri Grand Prix Formula Satu 2013 digelar di seluruh berbagai belahan dunia. Ajang balap yang diatur oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA) ini, seri balapannya juga digelar di beberapa negara Asia seperti Bahrain, China, Malaysia.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bandingkan Lambang Negara, Ahok Sebut Indonesia Tak Kalah dengan AS


Jakarta - Sama-sama merupakan negara dengan keberagaman penduduk, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) secara ekonomi memang berbeda jauh. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) meyakini bahwa Indonesia juga tak kalah dengan negeri Paman Sam tersebut.

Keyakinan Ahok tersebut dijelaskannya melalui sebuah filosofi terhadap lambang negara dari kedua negara. Jika Indonesia memiliki burung garuda yang gagah perkasa, Amerika memiliki seekor burung elang sebagai lambang negara, yang disebut The Great Seal of the United States.

"Ada perbedaan antara elang Amerika dengan burung Garuda Indonesia," ujar Ahok dalam pidatonya saat membuka pawai ogoh-ogoh di kawasan Monas, Senin (11/3/2013).

Kedua lambang negara sama-sama memiliki pita Bhinneka Tunggal Ika. Elang Amerika mengigit pita Bhinneka Tunggal Ika digigit di bagian paruhnya.

"Jadi kalau elang mau makan, pita tersebut harus dilepas dulu," ucapnya.

Sedangkan burung garuda Indonesia mencengkeram erat pita Bhinneka Tunggal Ika di bagian cakar kakinya sehingga tidak akan lepas.

"Dan itu bisa menggambarkan, jika kita bersatu dengan kebhinnekaan kita, maka sebenarnya bisa mengalahkan burung elang Amerika," cetus Ahok yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Lebih lanjut, Ahok berharap agar Jakarta bisa bertranformasi menjadi kota yang lebih baik, sehingga mampu menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lainnya di Indonesia.

"Kita harapkan Jakarta bisa menjadi role model untuk transformasi untuk Jakarta baru. Dengan adanya Jakarta baru, kita harap bisa membuat Indonesia baru," tandasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

★ CN-235 TNI versi Winglet


Di hari minggu, sambil mengisi waktu liburan dengan browsing sana-sini, akhirnya ketemu dengan berita yang menggembirakan, berita tersebut datangnya dari PT DI.yaitu dengan sudah beredarnya foto-foto CN-235 versi Winglet di beberapa Forum besar di indonesia.

Ada beberapa foto yang sudah dirilis oleh beberapa pihak, yang menjelaskan bahwa pesawat ini adalah CN-235 NG atau next Generation. Yang pernah akan dikembangkan oleh PT.DI pada tahun 2008 lalu.

Yang dimana dana investasi, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperkirakan investasi di tahun 2010 sebesar Rp 248 miliar. Ini terbagi menjadi dua, existing business sebesar Rp 87 miliar dan New Product Development, Rp 161 miliar.dana sebesar ini juga diperuntukan sebagai biaya pengembangan pesawat CN 235 NG (Next Generation) dan N219 dan Amphibi Sea Star.

CN-235 NG (defense-studies)

CN-235 NG memang memiliki winglet, ini dibuktikan dengan sudah beredar mockup dari CN-235 NG itu sendiri. Tapi sejalan dengan waktu proyek ini belum ada kejelasan pasti apakah dihentikan atau diteruskan.

Setelah beredar beberapa foto di forum-forum indonesia, dengan menampilkan pesawat CN-235 versi winglet, menandakan PT.DI mulai melakukan terobosan baru.

(emyrr3096)

Pada akhir tahun 2012 lalu Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua High Level Committee (HLC) didampingi Tim HLC mengadakan kunjungan kerja ke PT. DI. Dalam melakukan kunjungan ke PT DI, Wamenhan beserta rombongan mengamati sejumlah pesawat di hanggar CN 235 dan hanggar helikopter serta meninjau sejumlah pesawat yang dipesan Kemhan.

Pada kesempatan tersebut Wamenhan juga melihat tiga pesawat CN 235 tipe MPA atau Maritime Patrol untuk kebutuhan TNI Angkatan Laut yang memasuki proses finishing atau sudah selesai 85 persen.

Kemhan di PT.DI

Foto ini memperlihatkan bahwa pesawat tersebut sudah hampir rampung,dan sekarang foto tersebut sudah beredar di beberapa forum, berarti menandakan bahwa CN-235 MPA TNI AL sudah selesai di buat, Tapi dengan Versi Winglet.

(noviarli)

(noviarli)



Menurut dari keterangan pemilik foto: Itu adalah salah satu dari 3 CN-235 untuk Patroli maritim TNI AL dengan blended winglet yang sedang ground run engine. Rencanya ini juga sekaligus sebagai ekperimen untuk blended winglet yang akan digunakan pada CN-245 / N-245 (Versi sipil dari CN-235, dengan penambahan winglet, (perubahan penampang rear fuselage tanpa ada ramp door).

Wah...PT. DI mulai berexperimen dengan terobosan baru. Ini bukan hal baru tapi ini patut didukung oleh pemerintah. Penggunaan winglet juga diuji cobakan Lockheed Martin pada P-3.

(p3iosc.blogspot.fr)

Airbus Military juga melakukan pengujian dan modifikasi pada pesawat pengintai C-295-nya, Penerbangan pertama dari pesawat C-295 wingletted ini berlangsung dengan sukses di fasilitas Airbus Military Seville di Spanyol pada tanggal 21 Desember 2012.

C295 (www.asian-defence.com)

Winglet memiliki keunggulan dan potensi seperti untuk meningkatkan kinerja dalam fase lepas landas, climb and cruise phases of flight pada penerbangan dengan meningkatkan rasio angkat-tarik pesawat dan mengatasi wingtip vortices, meredam putaran udara (vortex), mengatasi sayap pesawat yang kepanjangan, menghemat bahan bakar pesawat bisa diirit hingga 7%, dan meningkatkan jarak jelajah.

Ini sangat Cocok untuk Pesawat Militer CN-235 MPA TNI AL dan Sipil CN-235 NG,yang dimana pengoperasian sangat membutuhkan jenis pesawat yang hemat bahan bakar yang bisa diirit hingga 5% - 7%, jumlah yang cukup besar untuk pesawat yang melakukan perjalanan long distance.

Apapun itu terobosan yang dilakukan oleh PT.DI pada setiap produknya, harus didukung oleh oleh pemerintah, karena tanpa dukungan pihak pemerintah, inovasi dan riset tidak akan terealisasi dengan baik, dan akhirnya performance SDM indonesia hanya akan dipakai oleh pihak Luar. Maju terus PT.DI lakukan yang terbaik buat Negeri ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saat Indonesia jadi basis produksi otomotif


Jakarta | Kementerian Perindustrian memberikan sinyal jika para produsen otomotif segera berbondong-bondong masuk Indonesia. Mereka ada yang berencana meningkatkan kapasitas produksi danmembangun industri perakitan anyar di dalam negeri.

Paling tidak, sampai saat ini beberapa produsen yang akan meningkatkan produksinya diantaranya Nissan, Daihatsu, Toyota. Teranyar, produsen otomotif Jerman Volkswagen (VW) telah mengajukan proposal untuk membangun pabrik. Nilai yang diajukan sebesar USD 140 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun dengan rencana menggandeng perusahaan lokal.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan VW mengulang lagi niatan mereka berinvestasi. Sejak tahun lalu, pabrikan mobil yang kondang dengan produk VW Beetle dan Combi itu pernah mengajak pemerintah berunding.

"VW itu sekarang produksi manufakturnya di China volume produknya melampaui produksi mobil-mobil Jepang di China. Jadi (VW) sangat populer, dia mau menularkan itu di Indonesia," ungkapnya di Jakarta, Kamis (11/3).

Mantan Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo mengatakan sangat wajar jika Indonesia dijadikan basis industri kendaraan bermotor. "Pasar Indonesia sangat menjanjikan, apalagi kalau Maluku dan Papua atau Indonesia bagian timur sudah terkoneksi dengan baik," katanya.

Dia mengatakan banyak hal yang membuat para investor kembali melirik Indonesia diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. "Sejak 2006, saya sudah bicara pada Pemerintah untuk mendorong produksi kendaraan murah dan ramah lingkungan," katanya.

Besarnya pasar Indonesia bisa dilihat data penjualan kendaraan anyar di 2012. Total penjualan mobil nasional mencapai 1,116 juta unit. Jumlah ini naik signifikan dibanding 2011 yang sebanyak 894.164 unit dan 764.709 unit (2010). Bahkan, di 2013 penjualan kendaraan akan terus meroket melebihi 1,3 juta unit. Hal ini karena didorong konsumsi masyarakat yang meningkat.

Bambang menegaskan bukan hanya industri perakitan Jepang yang akan menjamur, tetapi industri perakitan Eropa melirik Indonesia. "Indonesia itu ada di pusat, apalagi akan segera di bukanya pasar bebas Asia Tenggara, ini memudahkan para produsen kendaraan memasarkan produknya," ungkapnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selain Senjata & Panser, Pindad Produksi Generator Listrik


Manado - BUMN produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) asal Bandung, Jawa Barat, PT Pindad (persero) ternyata bisa membuat generator listrik berkapasitas cukup besar. Pindad telah bisa memasok generator berkapasitas maksimal 15 Mega Watt untuk keperluan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

Dengan kemampuan di bidang permesinan, Pindad bisa menjual generator dengan harga 20% lebih murah daripada produk sejenis yang biasanya harus diimpor dari luar negeri.

"Yang bisa membuat sampai 15 MW, itu cuma Pindad saja. Jadi kalau kapasitas lebih dari itu, dibeli dari impor," tutur Direktur Utama Pindad Andik Avianto kepada detikFinance di Manado Sulawesi Utara pekan lalu.

Kemampuan membuat generator ini, diperoleh dari lisensi yang diperoleh Pindad saat masih dipegang oleh Menristek BJ Habibie. Saat itu, kemampuan Pindad membuat generator hanya berkapasitas 5 MW, kemudian berhasil mengembangkan dan meningkatkan hingga menjadi 15 MW.

Saat ini, Pindad telah menjalin kerjasama untuk memasok generator proyek pembangkit baru milik PLN. "Kita kembangkan sampai 15 MW, yang sudah terbukti di sini (pembangkit Geothermal di Sulawesi Utara) 9 MW, Timika 7 MW," tambahnya.

Kandungan lokal di generator buatan Pindad ini, sebagian besar merupakan komponen lokal. Namun ada komponen kawat tembaga yang harus diimpor karena tidak diproduksi di dalam negeri.

"Itu dari Prancis. Bukan kita nggak mau pakai (di dalam negeri) tapi nggak ada yang jual di dalam negeri," cetusnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ronaldo Jadi Duta Mangrove di Indonesia


JAKARTA,- Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dinobatkan oleh yayasan sosial milik Tommy Winata, Artha Graha Peduli Foundation, sebagai duta konservasi tanaman mangrove di Bali. Penunjukkan Ronaldo ini dilakukan lewat Forum Peduli Mangrove pada Senin (11/3/2013).

Kesepakatan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat (8/3/2013) lalu. Saat itu, Tommy bertatap muka langsung dengan Ronaldo di Madrid.

"Saya sungguh senang dan bahagia Ronaldo setuju mendukung penuh kegiatan kami untuk melestarikan hutan mangrove di Indonesia," kata Tommy seperti dilansir Goal.

"Ronaldo adalah orang yang cocok untuk menjadi duta penyelamatan mangrove, karena dia memiliki pesona dan bertindak sebagai panutan, sehingga seluruh masyarakat lebih cenderung untuk melestarikan hutan mangrove," lanjut Tommy.

Ronaldo ternyata menyambut baik kerja sama ini. Pemain asal Portugal itu bercerita mengenai pengalaman berharganya saat mengunjungi Daerah Istimewa Aceh setelah bencana tsunami 2004.

"Aku merasa terhormat untuk memainkan peran dalam konservasi hutan mangrove di Indonesia. Aku pergi ke Aceh setelah tsunami 2004. Dan kerusakan yang disebabkan (tsunami) telah membuat kesan yang mendalam kepadaku," ujar Ronaldo.

"Saya menyadari mangrove dapat membantu ekosistem untuk menghadapi gelombang tinggi. Banyak nyawa yang bisa diselamatkan, di samping untuk mengurangi kerusakan alam," tandasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Juara All England, Tontowi/Liliyana Catat Sejarah Baru


Mengalahkan pasangan China Zhang Nan/Zhaou Yunlei 21-13, 21-17.


VIVAnews - Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjadi yang terbaik di All England 2013 dengan mengalahkan pasangan asal China, Zhang Nan/Zhaou Yunlei 21-13, 21-17.

Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia ini sukses mempertahankan gelar juara yang mereka raih di tahun lalu. Tak seperti perkiraan semula, lawan Tontowi/Lilyana justru tampil di bawah rata-rata dan sering membuat kesalahan sendiri.

"Lawan banyak tertekan sehingga mereka tampil tidak sempurna. Ini semua karena kami yang memegang kendali permainan," ujar Liliyana.

"Senang sekali kami bisa mempertahankan gelar juara Ini adalah sejarah untuk Indonesia. Kami senang bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Liliyana seperti dilansir situs resmi PBSI.

Dengan gelar juara ini, Tontowi/Lilyana mengukir sejarah baru di dunia bulutangkis Indonesia sebagai pasangan ganda campuran Indonesia pertama yang meraih gelar All England dua kali berturut-turut. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebab Turki Baba Rafi : The World’s Biggest Kebab Chain


Kebab Turki Baba Rafi : The World’s Biggest Kebab Chain

Jika sekarang makanan kebab tidak terlalu asing di telinga orang Indonesia, barangkali hal itu tidak lepas dari usaha Hendy Setiono yang sejak tahun 2003 lalu mempopulerkan makanan khas Timur Tengah itu di tanah air.

Hendy Setiono, pria kelahiran Surabaya, 30 Maret 1983 itu adalah sosok pengusaha muda yang cukup fenomenal. Dialah Pemilik usaha waralaba “Kebab Turki Baba Rafi”. Memulai usaha pada tahun 2003, kini beliau memiliki lebih dari 750 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di Indonesia. Dan bukan hanya itu. Bahkan usahanya kini telah merambah negeri jiran Malaysia. Sebuah perusahaan dengan bendera Baba Rafi Malaysia Sdn. Bhd. telah berdiri di sana.



Di Malaysia, produk Kebab Turki Baba Rafi sudah mempunyai 10 gerai dalam waktu enam bulan belakangan. Sementara, di Filiphina telah berdiri 2 gerai dalam satu-dua bulan belakangan. Dengan bertumbuhnya gerai, ia mengklaim respons pasar setempat sangat bagus. Raihan itu terjadi di luar prediksi perusahaan. Bahkan, Malaysia dan Filiphina masing-masing sudah menyusun rencana bisnis untuk membuka sampai 100 gerai dalam tiga tahun ke depan. Dengan kata lain, mereka boleh mengembangkan sub-franchising di negaranya.

“Sehingga 1 outlet yang (tadinya) hanya kami siapkan 2 orang employee, buat yang jaga di sana ternyata kurang. Karena antrian yang sangat panjang sehingga kami menyiapkan infrastruktur dan tim yang lebih banyak setiap buka outlet baru,” lanjut Hendy.

Kian digemarinya produk Kebab Turki Baba Rafi ini membuat perusahaan merevisi targetnya dari hanya 1.000 gerai kini menjadi 4.000 gerai. Jumlah itu untuk di pasar domestik dan internasional. Dengan demikian, perusahaan pun berencana melakukan ekspansi bisnis tidak hanya sebatas dua negara tetangga Indonesia itu. “InsyaAllah, sudah ada pembicaraan dengan negara lain seperti India, Thailand, dan Vietnam,” ucap Hendy.

Kiprah Hendy menggeluti bisnis fast food ala Timur Tengah ini bermula ketika Hendy menyambangi sang ayah, yang bekerja di perusahaan minyak di Qatar. Kedai kebab di kota itu begitu menjamur, layaknya pedagang bakso di sini. Selama di sana, dia banyak menemui kedai kebab yang dijubeli warga setempat.

Lantaran penasaran, Hendy yang mengaku hobi makan itu lantas mencoba makanan yang lezat bila dimakan dalam kondisi masih panas tersebut. Lidahnya terkesan dengan kelezatan kebab. Saat itu di benak Hendy langsung terbersit pikiran untuk membuka usaha kebab di Indonesia. Alasannya, selain belum banyak usaha semacam itu, di Indonesia terdapat warga keturunan Timur Tengah yang menyebar di berbagai kota.

Kembali dari Qatar, Hendy terdorong menjajal peruntungan. Dia ingin berjualan kebab di Surabaya. Namun, dia tidak ingin usahanya asal-asalan. Dia susun strategi bisnis. Yang pertama dilakukan adalah mencari partner. Dia kemudian bertemu Hasan Baraja, kawan bisnisnya yang kebetulan juga senang kuliner. Awalnya, mereka sengaja melakukan trial and error untuk menjajaki peluang bisnis serta pangsa pasarnya.

Mengingat kebab asli Timur Tengah berukuran besar, mereka berusaha untuk memodifikasi agar lebih familier dengan orang Indonesia. Juga soal rasa. Rasa kapulaga dan cengkeh dibuat sedemikian rupa sehingga kekuatannya rasanya tidak terlalu.

Dengan modal 4 juta rupiah , uang pinjaman dari teman dekat dan kerabat, Hendy memulai usaha. Agar menarik, produknya diberi nama “Kebab Turki Baba Rafi”. Nama Rafi sendiri diambil dari nama anak sulungnya bernama Rafi Darmawan. Adapun Baba berarti ayah dalam bahasa Arab, sehingga Baba Rafi berarti Ayahnya Rafi.

September 2003, gerobak jualan kebab pertamanya mulai beroperasi. Dengan bantuan satu orang karyawan, pria yang gemar naik sepeda ini mulai merintis jalan. Gerobak dorong warna kuning dibuatnya sendiri. Dia mangkal di daerah Nginden Semolo, Surabaya, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Tak mau setengah hati dengan usahanya itu, Hendy nekat berhenti kuliah. Padahal sudah empat semester ia lalui di Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Orang tuanya, Bambang Sudiono dan Endah Setijowati, kalang-kabut. Mereka menentang keputusan sulung dari dua bersaudara itu. Hendy bergeming. Keputusannya sudah bulat.

Rupanya, berdagang kebab itu sulit. Tak seindah impian. Baru seminggu berjualan, karyawannya yang cuma seorang sakit dan tidak dapat bekerja. Terpaksa Hendy menjajakan sendiri dagangannya. Nahas, saat itu hujan deras. Dia cuma bisa mendapatkan uang Rp 30 ribu. Padahal modalnya Rp 50 ribu.

Apes tak cuma sekali. Pernah suatu ketika uang hasil dagangan yang tak seberapa raib dibawa karyawan pengganti. Namun, arek Suroboyo ini pantang menyerah. Jatuh-bangun bersama Nilamsari, sang istri, terus dilakoni. Dagang roti kebab jalan terus.

Kesabaran dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat-laun dagangannya mulai menggaet pelanggan. Kebab Turki Baba Rafi semakin dikenal di Kota Pahlawan. Omzetnya terus menanjak, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.

Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.

Bentuk usaha pun sudah berubah menjadi PT Baba Rafi Indonesia. Pada 2008 gerai kebab telah mencapai 325 di 50 kota. Total jumlah karyawan Baba Rafi ada 700 orang. Omzetnya melambung menjadi Rp 4 miliar per bulan.

Sukses Hendy membangun usaha dari kecil hingga menjadi besar telah diakui berbagai kalangan. Majalah Tempo pada 2006, misalnya, memilih Hendy sebagai satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Majalah Business Week International juga menobatkan Hendy sebagai “Asia’s Best Entrepreneur Under 25?. Tahun 2007, Hendy menyabet gelar “Terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007? dalam perhelatan yang digelar Bank Mandiri.

Apa prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya moto LETAM, ini kebalikan dari METAL. L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu.



Sumber : Dari Berbagai Sumber

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SBY : Indonesia Tak Pernah Gunakan Alutsista Untuk Bunuh Rakyatnya


Selasa, Maret 05, 2013

BERLIN- : Presiden SBY dalam kunjungannya ke Berlin, Jerman, juga menjajaki kerja sama dalam bidang alat utama sistem pertahanan (alutsista). SBY menegaskan modernisasi alutsista bukan untuk menyerang bangsa lain, apalagi rakyat Indonesia sendiri.

"Ingat, Indonesia tidak pernah menggunakan pesawat tempur, helikopter, tank dan altileri untuk menembaki, membunuh rakyatnya sendiri. Tidak di Aceh, di Papua tidak dimana-mana," ujar Presiden SBY saat briefing dengan menteri-menteri ekonomi di Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Jerman, Senin (4/3/2013).

SBY mengungkapkan hal itu untuk mengingatkan para menteri saat pertemuan dengan Presiden Jerman Joachim Gauck dan Kanselir Jerman Angela Merkel saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Saat itu SBY dan Merkel menandatangani Jakarta Declaration di mana hal itu merupakan kerja sama antara Jerman dan Indonesia.

"Waktu itu banyak isu di eropa menyangkut kekhawatiran kalau kerja sama industri pertahanan termasuk pembelian alutsista TNI, maka rawan bagi eropa karena Indonesia dulunya dianggap negara pelanggaran HAM. Saudara masih ingat dalam join confrence di Istana Negara bersama Merkel?" imbuhnya.

Dalam pertemuan itu SBY menegaskan alutsista memang tidak untuk digunakan untuk berperang. Sehingga para pemimpin Jerman tersebut yakin bahwa Indonesia bukanlah negara pelanggar HAM.

"Mereka menganggap Indonesia memiliki ekonomi kuat, tidak punya hutang sebesar negara lain saat ini. Kita punya financial capabality untuk pengadaan alutsista," paparnya.

Sebelumnya saat di Istana Negara, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan alutsista dari eropa timur lebih murah dan memiliki frame yang kuat dan kokoh. Selain itu dari segi teknologi, alutsista dari eropa timur tidak kalah dengan alutsista dari negara lainnya.

"Sebetulnya imbang juga, kayak Sukhoi. Itu sebetulnya Sukhoi yang kita punya compareable untuk F-15 di mana negara tetangga kita kan juga punya F-15. Bahkan kemarin waktu latihan bersama di Australia dengan Super Hornet, kita cukup bisa mengimbangi mereka, cukup baik. Ya kita memberikan perkembangan modernisasi TNI, sekarang ini kan cukup besar dan beberapa memang dari Jerman," kata Purnomo, Jumat (1/3).

Kemenhan sendiri sejauh ini tidak akan menambah alutsista dari Jerman. Sebab, sebelumnya sudah ada kerja sama pengadaan tank Leopard dan tank Marder yang kini dimiliki TNI Angkatan Darat.

"(Kerja sama lagi) Belum. Ini just in case saja. Kan presiden akan bertemu pimpinan negara di sana, bicara berbagai sektor kan harus siap. Tidak ada kan lagi proses akhir, dalam arti kata sekarang kita kan akan dapat cukup banyak dari sana," imbuhnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tidak Takut Sanksi, RI Lanjut Kerja Sama dengan Iran


Menteri Negara BUMN Indonesia, Dahlan Iskan menggarisbawahi tekad Jakarta untuk melanjutkan kerja samanya dengan Iran yang berlawanan dengan sanksi Barat terhadapTehran atas program energi nuklirnya.

Indonesia tidak takut akan sanksi dan akan melanjutkan kerjasama dengan Iran, kata Dahlan Iskan, yang didampingi Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh seperti dilansir IRIB.

Dahlan memuji Iran atas kemajuannya meskipun menghadapi sanksi berat Barat dengan merujuk prestasi Tehran selama beberapa tahun terakhir sebagai bukti fakta ini.

Dahlan juga memuji terobosan Iran dalam teknologi canggih yang telah mendorong perusahaan-perusahaan internasional untuk menjadi pelanggan utama produk Iran.

Di lain pihak, Duta Besar Iran untuk Jakarta, Mahmoud Farazandeh, menyebut Indonesia sebagai bangsa sahabat, revolusioner dan saudara seraya menekankan bahwa pemerintah Iran dan Indonesia selalu berusaha untuk meningkatkan hubungan timbal balik yang berdasarkan pokok-pokok tersebut.


Source : REPUBLIKA.CO.ID

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Flag Counter